oleh

Dir Lantas Polda Sulbar Harapkan Polisi Lalu Lintas Lebih Mengedukasi Pengendara

-Sulbar-8 views

2enam.com, Mamuju – Mendampingi Kapolda Sulbar pada kegiatan coffee Morning atau ngopi barang Polda Sulbar dan Media, Direktur Lalu Lintas juga menyampaikan harapannya agar kegiatan Kepolisian khsusnya terkait lalu lintas dapat lebih mengedukasi.

“Semoga kegiatan kepolisian di bidang lalu lintas pada pelaksanaan operasi Zebra kali ini lebih mengedukasi sehingga mewujudkan kesadaran berkendara masyarakat,” tutur Dir Lantas.

Ngopi bareng (Coffee Morning) yang yang berlangsung di Aula Arya Guna kali ini nampak dihadiri langsung oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Drs. Baharudin Djafar, M.Si didampingi Direktur Lantas, Kabid Humas serta dihadiri para pejabat utama dan para wartawan di Kab. Mamuju, Jumat (25/10/19).

Terkait data lalu lintas disebutkan bahwa pelanggaran lalu lintas mengalami peningkatan sebanyak 1.412 Kasus dari 1.210 (Agustus) naik menjadi 2.622 di bulan September 2019 atau sekitar 117 %.

Begitupun untuk angka kecelakaan Lalu Lintas kurun waktu Bulan Agustus 2019 dibandingkan September 2019 mengalami kenaikan kasus sebanyak 6 kasus sekitar 9 % dari 55 kasus kecelakaan di bulan Agustus menjadi 61 kasus kecelakaan di bulan September.

Meningkatnya pelanggaran dan kecelakaan yang terjadi masih di pengaruhi kurangnya kesadaran masyarakat tentang aturan berlalulintas, kurangnya pemasangan dan perbaikan rambu-rambu Lalulintas, serta pemasangan tanda petunjuk rawan kecelakaan dan kondisi jalanan yang licin akibat curah hujan, jelasnya.

“Olehnya itu, melalui pelaksanaan operasi Zebra siamasei dengan bantuan seluruh pihak kami akan mengemas kegiatan kepolisian ini lebih edukatif sehingga masyarakat tidak takut dengan kegiatan lalu lintas, dampaknya tentu juga akan lebih positif yaitu membentuk pribadi disiplin berkendara dan ini fokus tujuan utama kami,”tuturnya.

Sementara itu, pada sesi diskusi terkait pertanyaan menyambung permintaan masyarakat agar pos lantas di aktifkan kembali menimbang peningkatan kasus kejahatan terkhusus daerah rawan.

Terkait permintaan tersebut, Dirlantas mengatakan sehubungan dengan persoalan ini kami memang sudah rumuskan untuk rencana pengaktifan pos hanya saja akan ada pengalihan bentuk fungsi yaitu sub sektor sehingga tidak disalah gunakan oleh oknum.

(Humas Polda Sulbar)

Komentar