oleh

Dibawah Tenda Darurat, Ombudsman Tetap Membuka Layanan Pengaduan

2enam.com, Mamuju : Sebagai lembaga pengaduan pelayanan publik Ombudsman Republik Indonesia tetap berupaya memaksimalkan peranannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Ditengah pandemi dan bencana gempa bumi yang melanda Kab. Mamuju dan Majene, tidak menyurutkan semangat insan Ombudsman Perwakilan Sulawesi Barat melakukan tindaklanjut pengaduan masyarakat.

“Tidak ada perintah apapun dari pimpinan selain tenangkan diri sesaat lalu fungsikan peranan kantor, jadi saya maklum selama dua pekan pertama kondisi kantor belum maksimal tapi tetap buka,” terang Lukman Umar Kepala perwakilan Ombudsman Sulbar Rabu, (03/02/21).

Sejak hari pertama pasca gempa kantor Ombudsman RI Sulbar tetap buka, selain menerima aduan warga terkait penanganan bencana sekaligus sebagai posko pengungsian pegawai dan staf.

Lukman mengakui pasca gempa bumi melanda Sulbar penanganan oleh pihak terkait dalam hal ini Pemerintah Daerah dinilai kurang tanggap. Ombudsman menerima beberapa warga menyampaikan keluhan sulitnya mendapat tenda dan logisitik.

“Bahkan hari kedua pasca gempa ada banyak warga datang ke kantor kami karena sulitnya mendapatkan air minum dan tenda, jika pengungsi dalam kota seperti itu bagaimana dengan warga di daerah terisolir ” ujar Lukman

Jelang tiga pekan pasca gempa, bahkan masa tanggap darurat masih diperpanjang, namun pelayanan Ombudsman sudah berjalan seratus persen meski bekerja dibawah tenda darurat.

“Banyak pelapor dari kab. lain yang sering mempertanyakan perkembangan laporannya, kondisi ini memaksa insan Ombudaman Sulbar untuk berbuat maksimal,” pungkas Lukman

Humas ORI Sulbar

Komentar