oleh

Danlantamal VI Tampil Sebagai Narasumber Pada Seminar Nasional Kemaritiman Unsulbar.

2enam.com, Majene : Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Laksamana Pertama TNI Dr. Benny Sukandari, S.E., M.M., CHRMP, tampil sebagai salah satu Narasumber acara Seminar Nasional Kemaritiman yang diselenggarakan oleh Unsulbar, bertempat di Hotel Villa Bogor Kabupaten Majene Sulawesi Barat, Rabu (29/09/2021).

Di acara seminar yang bertajuk “Siapkah Indonesia Menjadi Poros Maritim Dunia”, Danlantamal VI membawakan materi yang berjudul Transnational Crime di Laut dan Permasalahan Perbatasan Maritim Indonesia, tinjauan pada aspek Hamkamneg.

Rangkaian acara seminar didahului dengan sesi penandatangan Nota Kesepahaman tentang peningkatan SDM bidang maritim dan Pengabdian Masyarakat antara Unsulbar oleh Rektor  dengan Lantamal VI Makassar oleh Danlantamal VI Makassar. Selanjutnya dilaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama tentang Pengembangan penelitian dan pendidikan maritim antara Lantamal VI Mks oleh Danlantamal VI dengan Program Studi Hubungan Internasional Unsulbar oleh Ketua Prodi HI Andi Ismira, M.A.

Di dalam materinya, Danlantamal VI menyampaikan tentang sejarah kejayaan maritim kerajaan Nusantara, serta poin-poin gambaran dan penjelasan terkini tentang Wilayah Perairan NKRI, Geostrategis Perairan Indonesia, Persepsi TNI AL tentang Keamanan Laut, Bentuk Transnational Crime di Laut (Kejahatan Perompakan, Perdagangan/Penyelundupan Manusia, Kejahatan illegal fishing, Penyelundupan senjata api ilegal, dan kejahatan Narkoba). Disamping itu disampaikan pula materi tentang permasalahan Perbatasan Maritim Indonesia serta pentingnya implementasi Tugas Pokok & Peran Lantamal VI dihadapkan pada geostrategis wilayah Lantamal VI di perairan AlLKI II dan III serta potensi kerawanan aspek maritim.

Danlantamal VI dalam diskusi yang interaktif secara offline dan online, memberikan semangat dan inspirasi kepada generasi muda dan para mahasiswa agar mendukung upaya mewujudkan kembali kejayaan maritim Indonesia melalui membangun pertahanan maritim dan budaya maritim yaitu memanfaatkan dan mengelola sumber daya laut mengedepankan prinsip blue economy sehingga akan terjaga keberlanjutan sumber daya laut.

“Sekali lagi saya tekankan untuk terus menjaga laut sebagai tumpuan masa depan bangsa, semoga Allah SWT memberkahi perjuangan kita untuk mewujudkan negara maritim yang maju, kuat dan mandiri,” Tambahnya.

Pemateri lain disampaikan oleh Budayawan, penulis dan pemerhati maritim Sulawesi Barat dengan Topik Segi Budaya Maritim oleh Muh. Ridwan Alimuddin dan topik Tantangan Hambatan Indonesia menjadi Poros Maritim Dunia oleh Gia Ayu Fita, S.Sos., M.Si., Dosen Hubungan Internasional Unsulbar.

Turut Hadir pada Seminar ini, Asrena Danlantamal VI dan Dansatrol Lantamal VI serta Danlanal Mamuju.

Rls

Komentar