oleh

Cerita Bidan Masdiana sebagai Peserta dan Pasien Program JKN-KIS

2enam.com, Mamuju : Masdiana (25) merupakan seorang bidan. Sebagai bidan ia harus membantu para ibu dalam menjalani proses kelahiran. Tidak jarang Masdiana harus menangani pasiennya yang berada di daerah yang akses nya susah dalam menuju ke lokasi Puskesmas, tapi hal tersebut tidak menjadi beban olehnya. Karena kesibukanya Masdiana bekerja, tak jarang penyakit gastritis yang ia derita sejak lama kambuh hingga membutuhkan perawatan.

“Saya bersyukur sudah terdaftar menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak lama, karena semenjak saya mengalami sakit gastritis bisa dilakukan pengobatan tanpa biaya sepeserpun,” ungkapnya, Rabu (27/10).

Sejak terdaftar sebagai peserta JKN-KIS, Masdiana mengaku pernah juga melakukan pemeriksaan mata. Karena ia mengalami gejala mata yang kabur dan menjadikan penglihatannya kurang jelas, akhirnya dilakukan pemeriksaan dan bisa mendapatkan kacamata.

“Pernah juga kartu JKN-KIS ini saya pakai berobat untuk mata saya yang kabur dan akhirnya saya periksa dan bisa dapat alat bantu kacamata ini,” tutur Masdiana.

Selain pengalamannya menjadi peserta JKN-KIS ternyata Masdiana pun turut senang menceritakan pengalamannya menangani peserta JKN-KIS yang berobat dengan dirinya. Ia menceritakan bahwa saat ini BPJS Kesehatan telah bekerja sama dengan bidan praktik mandiri. Hal itu merupakan kebijakan yang baik karena menurutnya tidak semua FKTP induk memiliki bidan dalam penanganan kehamilan/kelahiran peserta.

“BPJS Kesehatan dengan kebijakan bidan jejaringnya sangat baik bagi setiap FKTP, selain dapat memberikan fasilitas pemeriksaan kehamilan atau kelahiran. Dalam melakukan klaim, saya juga sangat dipermudah melalui P-Care,” jelasnya.

Masdiana menyampaikan harapan agar Program JKN-KIS terus dilakukan peningkatan baik dalam segi kulitas layanan kesehatan maupun dalam penyesuaian dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini.

(AD/af).

Komentar