oleh

BPOM di Mamuju Bimtek 12 Unit Pelaku Usaha

-Sulbar-14 views

2enam.com, Mamuju – 12 unit pelaku usaha mikro,kecil dan menengah (UMKM) dari berbagai produk se-Sulbar Mengikuti Bimbingan Teknis E-Registration Pangan Olahan yang dilakukan oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Sulawesi Barat di lantai II kantor Gubernur Sulbar,Rabu, 30 Oktober

Bimtek bertujuan untuk mempermudah UMKM atau para pelaku usaha untuk mendapatkan izin makanan dalam (MD) dari BPOM sehingga pemasaran dari produk para pelaku usaha lokal dapat lebih dipasarkan ke tingkat daerah, nasional bahkan internasional.

“ Tadi yang terdaftar ada 12 unit UMKM pelaku usaha lokal kita yang mendapatkan bimtek langsung dari Balai POM Pusat dan Balai POM Sulawesi Barat, maka dari itu kedepannya kita berharap para pelaku usaha kita bisa lebih maju lagi. Suatu kebanggaan bagi kita dan daerah kita, maka dari itu saya menginginkan mereka cepat mendapatkan izin MD sehingga pemasarannya dapat lebih cepat dan lebih luas pemasarannya tentunya hal itu akan membantu perekonomian Sulawesi Barat,” kata Wagub Sulbar Enny Anggraeni Anwar.

Enny pada kesempatan tersebut menyinggung, keberadaan SMK Negeri Kakao Sulbar yang pernah memproduksi makanan ringan milk chocolate dan sudah menjadi icon sekolah unggulan bagi Sulbar. Disampaikan, bahwa SMK Negeri Kakao Sulbar saat ini tidak memproduksi makanan olahan coklat untuk sementara waktu disebabkan Pemprov Sulbar sedang melakukan pembenahan secara signifikan agar sekolah tersebut dapat lebih maju dan lebih berkembang.

“ Untuk saat ini Pemprov Sulbar sedang melakukan pembenahan bagi SMKN Kakao dimana sekolah itu tidak dimiliki sama sekali oleh daerah lainnya dan hanya ada satu di Indonesia tepatnya di Provinsi Sulbar,” sebut Enny .

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan di Mamuju (BPOM), Netty Nurmuliawaty, menyampaikan, melalui bimtek tersebut Badan POM Sulbar melakukan pendekatan pelayanan kepada para pengusaha Sulbar yang dapat ditingkatkan dari Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) menjadi pengusaha yang telah mempunyai sarana untuk memproduksi Makanan Dalam (MD)

12 unit pelaku usaha yang mengikuti bimbingan teknis tersebut diantaranya, Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dari Usna Karya dari Kabupaten Pasangkayu dan CV. Mario OX Desa Tarailu Kabupaten Mamuju, Mombi/Palmania VCO minyak Mandar dari Kabupaten Polman, cokelat macoa Wonomulyo dan cokelat UIH Desa Mapilli Kabupaten Polman, bakso kemasan Ahar Sentosa, bakso Rubika Sapota, Cokelat Marasa dari Kabupaten Mamuju, bawang goreng bumi harapan Kabupaten Majene dan amplang ikan gabus serta AMDK Firdaus dari Kabupaten Mamuju Tengah.

“ Dalam rangka bimtek ini kami memang merangkul UMKM-UMKM yang sudah bisa dimasukkan kedalam skala MD ini, kami sangat mensupport kepada para pelaku usaha dengan memberikan bimbingan secara gratis dan kami juga membrikan layanan pengujian secara gratis, dan kami juga memberikan pemotongan lima persen dari biaya pendaftaran yang mereka keluarkan dan mereka juga tidak perlu ke jakarta Badan POM pusat, tetapi melalui media elektronik sudah bisa mengakses pendaftaran produk,” beber Netty

Turut hadir pada kesempatan itu, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sulbar, Dharmawati Ansar, perwakilan Dirjen BPOM RI, para pelaku UMKM serta para tamu undangan.

(farid)

Komentar