oleh

BPBD Mamasa Belum Terima Data Kerusakan Akibat Gempa 5,3 Magnitudo

2enam.com, Mamuju : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamasa belum menemukan dampak kerusakan akibat gempa 5,3 Magnitudo yang terjadi pada Kamis dini hari 22 Juli.

Kepala BPBD Mamasa Labora Tandipuang mengatakan, gempa tersebut mengakibatkan warga panik. Namun, pihaknya langsung mengedukasi warga sesaat setelah gempa yang terjadi agar tidak panik.

“Menghindari bangunan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk sementara di luar rumah dulu,” kata Labora. Kamis 22 Juli 2021

Laporan sejauh ini, sambung Labora, tidak ada korban jiwa maupun bangunan yang rusak berat. Meski ada beberapa rumah yang mengalami rusak ringan, retak sedikit.

“Sampai saat ini tidak ada pengungsian, kita dalam kondisi waspada. Sambil memberi edukasi kepada warga. Untuk sementara, ada posko di Kantor BPBD Mamuju, kalau ada hal urgent bisa dilaporkan ke posko,” kata Labora.

Menurutnya, Pemprov Sulbar juga tetap memantau perkembangan di Mamasa, Basarnas juga sudah dikoordinasikan. Ia menghimbau agar kewaspadaan ditingkatkan mengingat entesitas gempa yang meningkat, ia juga mengimbau kepada masyarakat agar terus berdoa agar gempa segera berakhir.

“Semoga gemoa itu menjadi gempa terakhir,” ungkapnya.

Kepala BMKG Majene, Agus Lacuda menyebutkan, gempa yang terjadi di Mamasa dipicu dari sesar saddang yang aktif lagi. Kejadiannya sejak sore hingga malam.

“Memang setelah gempa dini hari itu banyak susulan gempa-gempa kecil. Kalau kita lihat grafiknya semoga saja reda. Mungkin ada susulan tapi kecil,” ujarnya.

Menurutnya, kejadian ini tidak bisa diprediksi. Olehnya, ia meminta agar tidak mempercayai informasi yang mengatakan bakal terjadi gempa dengan kekuatan lebih besar.

“Itu hoaks, tidak ada yang bisa memprediksi itu,” sebutnya.

Sampai pagi ini, kata dia, belum ada laporan terkait kerusakan akibat gempa Mamasa 5,3 Magnitudo.

“Kami hanya memberikan informasi saja, kita tidak bisa langsung ke lokasi, kecuali memang lokasinya dekat dengan kami, mungkin kami juga turun,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sesar sadang lokasinya dengan barat laut, jadi terasa di Mamuju dan Majene. Patahannya memang mengarah ke Palu Koro. Tidak ada hubungannya dengan gempa di Majene-Mamuju.

“Memanng beberapa hari lalu, gempa di Marowali  Sulteng juga banyak. Gangguan di sana sehingga patahan sesar saddang aktif lagi,” tandasnya.

M4R10

Komentar