oleh

BKKBN Ambil Alih Penanganan Stunting

2enam.com, Mamuju :  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ditunjuk sebagai penanggung jawab atau koordinator penanganan stunting di setiap daerah, termasuk Sulawesi Barat.

Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Nuryamin mengatakan, penanganan stunting memang BKKBN yang sebagai koordinator sesuai perintah presiden Jokowi.

Namun, mengenai petunjuk teknis belum ada. Pembiayaannya juga belum keluar mungkin pertengan tahun sudah ada. Jadi memang BKKBN yang sebagai penanggung jawab.

“Sasaran tahun ini kita sosialisasikan dulu dan melengkapi data-data. Kita mau petakan dulu di mana stunting ini sehingga penggarapannya secara bersmaa-sama nantinya,” sebut Nuryamin.

Terkait data stunting saat ini, Nuryamin belum mengetahui. Pihaknya baru akan melakukan pendataan secara mikro apda 1 April hingga 31 Mei 2021.

“Saya belum lihat data angka stunting. Mungkin dalam waktu dekat saya minta data-datanya itu. 1 April hingga 31 Mei kita juga melajukan pendataan,” jelasnya.

Nantinya, kata dia, seluruh penyuluh KB, bidan desa semua dilibatkan dalam penanganan stunting. Pihaknya mengutamakan pencegahan dengan tidak menikah dini dan tidak memiliki terlalu banyak anak.

Kepa Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Mamuju, dr Hajrah menuturkan, penanganan stunting biasanya melalui kampung KB.

Pihaknya lebih mengintervensi pada pendekatan pada orang tua atau calon orang tua dengan melakukan sosialisasi secara bertahap.

“Kampung KB sudah tidak ada, karena sudah ada sektiar 30 kampung KB dicanangkan kemarin mulai 2016 sampai 2019. Dua tahun ini tidak ada, karena diharapkan kampung KB yang ada lebih dioptimalkan,” jelasnya

M4R10

Komentar