oleh

BI Sulbar Konsen Percepatan Pemulihan Ekonomi Melalui UMKM

2enam.com, Mamuju : Bank Indonesia (BI) perwakilan Sulbar, melaksanakan beberapa langkah percepatan pemulihan ekonomi, terkhusus pada sektor UMKM.

Kepala Kantor Perwakilan BI Sulbar, Budi Sudaryono mengatakan, beberapa langkah itu diantaranya mendorong UMKM memanfaatkan relaksasi yang diterbitkan pemerintah dan otoritas.

Pelaksanaan program virtual peningkatan kapasitas UMKM bertajuk Klinik UMKM Virtual dan sinergi mempercepat akses pembiayaan UMKM.

“Selain itu, mendorong UMKM memanfaatkan digital payment dan penjualan. BI sedang melaksanakan program onboarding UMKM,” kata Budi, saat dikonfirmasi, kemarin. Kamis..16 Juli 2020

Saat ini, BI bersama dengan perbankan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tengah menyusun program sinergi pembiayaan dan fasilitasi sertifikat tanah sebagai instrument jaminan perbankan.

Budi menjelaskan, program itu merupakan pelatihan lengkap kepada pelaku UMKM agar siap berjualan secara online.

Budi menambahkan, BI juga menyiapkan kemudahan instrument digital payment berupa QRIS. Merchant Discount Rate (MDR) juga digratiskan hingga September 2020.

“BI juga menurunkan biaya transfer antara bank melalui SKN Sistem Kliring Nasional dari Rp 3.500 per transaksi menjadi maksimal Rp2.900 transaksi,” ujar Budi.

Sebelumnya, Bupati Mamuju, Habsi Wahid menyerahkan stimulus bagi pelaku UMKM yang terdampak Covid 19. Stimulus itu diserahkan secara bertahap. Jumlahnya sebanyak 1.012 UMKM. Per UMKM mendapat Rp 600 ribu perbulan. Selama tiga bulan. Jika diakumulasi mencapai Rp. 1,8 miliar.

“Kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban pelaku ekonomi mikro sehingga kondisi sosial masyarakat bisa bertahan,” pungkas Habsi.

(4d3)

Komentar