oleh

BI Dongkrak Penggunaan QRIS di Sulbar

2enam.com, Mamuju : Bank Indonesia (BI) Sulbar terus mendongkrak penggunaan QRIS di Sulbar.

Kepala BI Sulbar, Hermanto mengatakan, BI Sulbar bersama Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju kolaborasi bersama.

Kegiatan ini ada program QRIS untuk memperluas cakupan sampai ke pasar tradisional. Makanya ada peresmian dua pasar tradisional, yakni Pasar Regional Sulbar dan Pasar Sentral Mamuju, dalam rangka mencapai target QRIS di Sulbar, sebanyak 37 ribu.

“Kita baru mencapai 33 ribu lebih, masih ada 4 ribu lebih agar bisa tercapai. Di Mamuju sudah mencapai 15 ribu lebih. Hampir separuhnya. Makanya kami mengapresiasi Pemkab Mamuju,” kata Hermanto, Jumat 3 Desember.

Selain itu, kata dia, program Cinta, Paham dan Bangga Rupiah. Kita terus melakukam edukasi ke masyarakat terutama generasi muda bagaimana kita harus mencintai mata uang rupiah.

“Kalau kita tidak mengedukasi anak muda ini, dikhawatirkan tidak begitu bangga memegang rupiah,” sebutnya.

Asisten II Pemprov Sulbar, Khaeruddin Anas mengatakan, program ini membutuhkan sinergi dari semua pihak komponen masyarakat. Mulai dari perbankan dan pemerintah daerah.

Bagaimana mendorong penggunaan uang tunai. Suka tidak suka di masa pandemi ini, tentu bagaimana peran transaksi non tunai ini bisa masyarakat makin berupaya ikut serta.

“Kita harap masyarakat mau tidak karena dipaksa. Memang karena keadaan yang menuntut mereka menggunakan transaksi non tunai,” sebutnya.

Sinergi dunia usaha, perbankan dan pemerintah daerah harus benar-benar terjalin. Peran media juga sangat penting memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Target kita bagaimana menciptakan angka di atas yang ada sekarang, yakni 33 ribu. Kita harapkan terus meningkat,” beberya.

Asisten II Pemkab Mamuju, Khatmah Ahmad mengaku, penggunaan QRIS di Mamuju sudah banyak digunakan pelaku UMKM di Mamuju.

“Cara kita mensosialisasikan ini dimulai dari pelaku UMKM dan ASN Mamuju,” ujarnya.

QRIS ini, lanjutnya, tidak ada lagi kembalian permen dari biasanya yang kita terima. Ini juga sebenarnya yang perlu diapresiasi bahwa era digitalisasi ini, kita beradaptasi.

“Kita mulai proses untuk digitalisasi. Tapi kita juga harus melihat masyarkat kita yang terbatas karena jaringan,” bebernya.

M4R10

Komentar