oleh

Begini Pencegahan Terhadap Penyakit Pasca Pancaroba Oleh Dinkes Sulbar

-Sulbar-9 views

2enam.com, Mamuju, – Pancaroba adalah masa dimana peralihan antara dua musim utama di daerah iklim muson, yaitu di antara musim penghujan dan musim kemarau. Masa Pancaroba biasanya ditandai dengan frekuensi tinggi badai, hujan yang sangat deras disertai guruh, serta angin yang bertiup kencang.

Pada masa Pancaroba biasanya frekuensi orang yang menderita penyakit saluran pernapasan atas, seperti pilek atau batuk, relativ meningkat. Masa ini juga banyak ditandai dengan perilaku khas beberapa hewan dan tumbuhan.

Pada masa ini, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sulawesi Barat (Sulbar), dr. Alief mengatakan, bahwa penyakit yang lebih dominan menyerang warga Sulbar adalah demam berdarah.

“Yang lebih dominan adalah demam berdarah yang terjadi di beberapa kabupaten,”ujar dr. Alief saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Rabu (13/11/2019).

Ia mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah memerintahkan kepada setiap kabupaten yang ada di Sulbar untuk melakukan koordinasi kepada pusat terkait  logistik untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah tersebut.

“Kita sudah perintahkan kepada program-programnya untuk koordinasi kepada pusat tentang penyediaan semua logistik yang memungkinkan kita membantu kabupaten apabila terjadi peristiwa tersebut,”katanya.

Ia juga mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah menyurat ke kementerian terkait untuk mempersiapkan logistik, kemudian mempersiapkan puskesmas untuk promosinya, jangan sampai terjadi lagi peristiwa sebelumnya.

“Sekarang kita sudah buat pemetaan terhadap wilayah-wilayah yang selalu terdampak persoalan itu. Kita juga mengamati kemudian mempersiapkan masyarakat dan melakukan pendekatan kepada kabupaten,”tutur dr. Alief.

dr. Alief menjelaskan, logistic yang dibutuhkan dalam pencegahan peristiwa tersebut seperti alat dan bahan penyemprotan dan lain sebagainya.

“Kalau kita cepat bergerak untuk mengantisipasi peristiwa tersebut, mudah-mudahan kita tidak membutuhkan relawan,”pungkasnya.

Jika nanti relawan dibutuhkan dalam melakukan pencegahan, kata dr. Alief, pihaknya akan melakukan langkah-langkah bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Namun, mudah-mudahan kita tidak membutuhkan relawan, sehingga kita menggunakan relawan internal saja,”tutup dr. Alif.

(eka)

Komentar