oleh

Bawaslu-Polri Silang Pendapat Soal Data Kerawanan Pemilu di Sulbar

2enam.com, Mamuju : Polri dan Bawaslu beda pendapat dalam menetapkan tingkat kerawanan pemilu 2019, di Sulbar.

Kapolda Sulbar mengungkapkan, berdasarkan data yang dilansir dari media kompas, Mabes Polri mencatat tingkat kerawanan di Sulbar senilai 67 persen. Angka itu mempertegas jika Sulbar dalam kondisi rawan. Sementara data Bawaslu RI, Sulbar dalam kondisi sedang dengan nilai 47,87 persen.

“Mungkin indikator penilaiannya berbeda. Makanya indeks kerawannya pun berbeda,” ujar Brigjen Pol Baharuddin, saat menjadi pemateri dalam rapat koordinasi Bawaslu Sulbar dengan mitra kerja, di d’Maleo Hotel and Convention, Jumat 7 Desember.

Meski berbeda, kata dia, itu bukan persoalan utama yang patut dikhawatirkan. Sebaliknya, seluruh stakeholder mesti bekerjasama dan bersinergi menetapkan titik rawan untuk mengantisipasi terjadinya konflik.

“Khususnya menciptakan pemilu yang sehat dan damai,” tandasnya.

Ketua Bawaslu Sulbar, Sulfan Sulo menyebutkan, Bawaslu menetapkan 3 indikator penilaian untuk menetapkan tingkat kerawanan. Masing-masing netralitas penyelenggara, kontestasi peserta pemilu dan partisipasi pemilu. Ketiga indikator itu berbeda dengan Polri, sehingga menyebabkan adanya perbedaan persepsi.

“Kalau Polri pasti banyak faktor yang dipertibangan. Sementara kami hanya tiga. Tapi perbedaan itu lumrah,” ungkap Sulfan.

Lanjutnya, meski berbeda Polri dan Bawaslu tetap memiliki persamaan. Di antaranya melakukan pencermatan terkait pemilu guna maksimalisasi pelanggaran.

“Kami sama-sama mencermati persoalan pemilu, sehingga ke depan pemilu bisa berlangsung aman dan damai,” pungkasnya.(54h*)

Komentar