oleh

Alumni Layonga Gelar Acara Silaturahmi Dan Tauziah Kebangsaan.

2enam.com, Polewali Mandar, Forum Mahasiswa Alumni Layonga (FORTAL) Unsulbar, menggelar acara pengajian Kebangsaan di Musholla SMA Negeri 1 Tinambung, Senin malam.

A.Muhammad Asrul, Ketua Fortal dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia diserang dari berbagai sisi, yakni liberalisasi dan radikalisme agama. Mereka ingin merubah ideologi dan bentuk negara Indonesia. Mahasiswa penting untuk memahami bahwa Indonesia tidak butuh Khilafah islamiyah, Pancasila sudah sangat cocok dalam menjaga Kebhinnekaan dan NKRI harga mati.

“Kita wajib membela bangsa ini, Indonesia adalah hasil perjuangan para pahlawan dan ulama, kata Indonesia Sudah disebutkan tahun 1928 dalam lagu Ciptaan KH. Wahab Hasbullah, Pancasila dan NKRI harga mati” ucapnya.

Kegiatan yang bertemakan, dalam menyambut bulan Suci Ramdhan kita tingkatkan Upaya meretas Radikalisasi Agama dibawakan Oleh Annangguru Muhazib.

Secara garis besar Narasumber menyampaikan bahwa gerakan radikalisme memang mewabah di Indonesia termasuk di Mandar mulai merambah. Sehingga mahasiswa harus menjadi benteng utama dari radikalisme.

Utamanya di Mandar ini adalah tempat berkembangnya islam yang mencintai kedamaian, rahmatan lilalamin dan memuliakan sesama manusia, itulah islam Nusantara, islamnya para leluhur dan orang Mandar itu sangat islam Nusantara.
Jika radikalisme agama dibiarkan, kita bisa seperti timur tengah, hancur dan lumpuh.

Semmang, Kepala sekolah SMA 1 Tinambung, sangat mengapresiasi dan merasa bangga dengan upaya alumni layonga yang mengadakan kegiatan disekolah tersebut dengan tema yang berupaya melawan radikalisme agama. Dirinya menitipkan harapan agar alumni berkontribusi sebagai filter radikalisme disekolah tersebut, serta menjadi pelopor sebuah gerakan melawan radikalisme dikampus.

Acara berlangsung hikmat, dihadiri alumni dari berbagai angkatan, dan nampak Hadir Suryananda sebagai perwakilan Ketua IKA SMA 1 Tinambung.(Rs*)

Komentar