oleh

Ahmad Adam Sukses Dirikan Kampung Inggris di Tapalang

-Mamuju-172 views

2enam.com, Mamuju : Kepedulian terhadap generasi muda memacu Ahmad Adam mendirikan Kampung Inggris di Dusun Pempioang Barat, Desa Tampalang, Kecamatan Tapalang.

Ia menamainya English For Skill (EFS) Kampung Inggris. Lembaga nonformal tersebut merupakan cabang dari Kampung Inggris di Pare, kediri, Jawa Timur. Meski di daerah, sistem, tutor, dan modul pembelajarannya tetap sama. Didirkan secara mandiri sejak awal Januari 2019 lalu. Modalnya cukup sederhana, ia ingin meningkatkan kualitas generasi muda dan membangun daerahnya.

Ahmad Adam Sukses Dirikan Kampung Inggris di Tapalang

Menurut Ahmad, Kampung Inggris lahir sebagai alternatif menyelesaikan fenomena keterbelakangan pendidikan di desa. Keinginan anak untuk mengintensifkan kecakapan bahasa asing kerap tercegat jarak dan biaya. Akibatnya, animo belajar anak pun makin menyusut.

Padahal, kata dia, bahasa Inggris sangat penting di era digital saat ini. Selain meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM), kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi, dan mendapat pekerjaan layak, terbuka lebar.

“Saya berusaha membuat wadah agar adik-adik dan pemuda di Desa Tampalang, bisa belajar bahasa Inggris dengan mudah dan biayanya murah,” kata Ahmad, Rabu 2 Oktober.

Hingga kini, jumlah peserta yang terdata sebagai peserta sebanyak 200 orang. Tetapi baru 55 orang yang mulai aktif mengikuti kursus. Mayoritas dari siswa SMA sederajat dari Mamuju Tengah dan pasangkayu. Sementara peserta dari Mamuju hanya belasan saja. Setiap peserta membayar iuran Rp 200 ribu per bulan. Biaya itu digunakan untuk membayar transpor peserta, insentif dua tutor EFS dari Kediri, komsumsi, dan sewa tempat tinggal peserta selama melangsungkan pendidikan.

“Prioritasnya memang membangun SDM kampung saya. Jadi khusus di Dusun Peppioang, saya tidak bebankan biaya sama sekali. Kalau mau belajar, silahkan datang saja,” tandasnya.

Sambungnya, “Tetapi jujur, saya sangat prihatin. EFS ini, saya dirikan untuk generasi muda di daerah ini. Tapi peminatnya justru lebih banyak dari luar,” tandas Ahmad.

Upaya Ahmad pun menuai acungan jempol. Di antaranya Kepala Bidang Perpustakaan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Mamuju, Fauzan Basir. Dia menilai upaya Ahmad merupakan terobosan bagi atmosfer pendidikan di Mamuju. Betapa tidak, Ahmad mampu menyediakan sarana pendidikan tanpa bantuan pemerintah.

“Ini sangat luar biasa. Seorang pemuda mampu berpikir revolusioner untuk membangun daerahnya sendiri. Pemerintah Kabupaten saja belum tentu bisa menyelenggarakan pendidikan seperti itu. Perlu diapresiasi dan didukung masyarakat setempat,” pungkasnya.

(Saharuddin Nasrun/red)

Komentar