oleh

Adaptasi Kebiasaan Baru Mendorong Gairah Pariwisata di Sulbar

2enam.com, Mamuju : Dinas Pariwisata Sulbar optimis kembali membangkitkan gairah kepariwisataan di tengah pandemi Covid-19.

Hal itu setelah Dinas Pariwisata melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) dan FAM Trip Tour Jelajah Wisata Sulbar Marasa 1 sejak 14 hingga 19 November.

Kadis Pariwisata Sulbar, Farid Wajdi, ketika dikonfirmasi, Sabtu 14 November, mengatakan, hampir tak ada kunjungan wisatawan tahun ini.

Namun, dengan kondisi adaptasi kebiasaan baru, kunjungan wisata perlahan mulai terbuka.

“Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan sehingga kita mencoba meningkatkan kunjungan wisata kedepannya dengan memaksimalkan promosi pariwisata,” kata Farid.

Olehnya, Farid sengaja melibatkan media guna memaksimalkan promosi pariwisata di Sulbar.

Menurutnya, lewat media akan lebih memaksimalkan promosi wisata. Tentu akan menarik wisatawan luar masuk ke Sulbar.

Puluhan peserta yang dilibatkan akan dilibatkan pun akan terjun langsung menatap sejumlah titik wisata di Sulbar.

Farid menjelaskan, ada tiga klaster wisata di Sulbar. Pertama Marasa I yakni Mamuju, Mamasa, Majene dan Polman. Marasa II Mateng Dan Pasangkayu dan Marasa III mencakup pulau-pulau kecil di Sulbar.

Analis Fungsi Implementasi Kajian Ekonomi dan Keuangan Daerah KPw BI Sulbar , Rizky Satya Pradhana turut mendukung program pariwisata Sulbar melalui beberapa program.

“Seperti perbaikan kualitas amenitws, dermaga pulau Karampuang. Ini kami anggarkan Rp 600 juta jembatan terapung. Dan sekarang kami perbaiki dermaganya,” ungkapnya.

Program lain, sambungnya, peningkatan keragaman atraksi Sandeq Run dengan melibatkan 550 runner yang didominasi dari luar Sulbar, Festival Sandeq Race, Festival Maradika. Program rutin lainnya seperti Underwater Photography Competition.

M4R10

Komentar