oleh

ABM Lantik IKMSB Malang

2enam.com, Mamuju : Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar melantik Pengurus Ikatan Keluarga Mahasiswa Sulawesi Barat (IKMSB) Malang Periode 2021-2022, Rabu 28 Juli 2021, di Aula Asrama Haji Mamuju.

Berdasarkan struktur organisasi IKMSB Malang, Gubernur Sulbar sebagai Dewan Pelindung. Adapun sebagai Dewan Pertimbangan Organisasi, yaitu Andi Ilham Rusali Masdar, Ahmad Masyur, Muh. Rifki Halim, Muhammad Sulfian, Dermawan Tandeang. Sedangkan, selaku Ketua Umum yaitu Muh. Farel Islam.

Dalam sambutannya, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, menyampaikan ucapan selamat kepada Pengurus IKMSB Malang yang baru dilantik.

“Selamat kepada pengurus yang baru, teruslah belajar, berfikir untuk kejayaan Sulbar yang maju dan malaqbi”ucap Ali Baal

Gubernur menyatakan akan terus mendukung upaya-upaya pengembangan Mahasiswa Sulbar sebagai agen perubahan dan modal pembangunan di Sulbar, sehingga pada waktunya provinsi ini sudah memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan menjadi pelaku-pelaku pembangunan.

“Melalui momentum Pelantikan IKMSB kali ini, saya berpesan kepada pengurus adik-adik Mahasiswa untuk tekun belajar dan berkarya, agar menjadi SDM Sulbar yang kelak akan menjadi pelopor dan pemimpin di Bumi Malaqbi yang kita cintai,”kata Ali Baal

Melalui kesempatan itu, Ali Baal menyampaikan, pada visi misi Pemprov Sulbar ada 3 (tiga) sasaran pokok yang ingin dicapai secara bersama-sama dan sangat memerlukan dukungan dari semua pihak terutama Mahasiswa Sulbar, yaitu pemberian beasiswa pada aspek-aspek pendidikan yang masih sangat dibutuhkan dalam proses percepatan pembangunan Sulbar. Selain itu, juga mendorong dana penelitian dalam rangka mengkaji potensi-potensi unggulan.

“Tentu kita sangat berkomitmen untuk membangun SDM yang berkualitas, berkepribadian dan berbudaya, dan tentu saya sangat yakin bahwa Mahasiswa Sulbar memiliki keahlian, keterampilan dan talenta yang luar biasa dalam mengisi proses pembangunan di Sulbar,”tandasnya

Ia juga menyampaikan, saat ini pemerintah sedang berkonsentrasi terhadap pertumbuhan ekonomi dikarenakan masih dalam situasi yang sulit akibat pandemi Covid-19 dan pasca gempa 15 Januari lalu, yang mana sebelum itu pertumbuhan ekonomi Sulbar selalu berada di atas rata-rata nasional yaitu 6,2 persen, kini mengalami penurunan sampai pada level -5 persen dan tingkat kemiskinan naik menjadi 11,50 persen di tahun 2020.

“Oleh karena itu, kita akan terus melakukan upaya dan terobosan dalam perbaikan pertumbuhan ekonomi dan tingkat kemiskinan melalui penguatan program pemulihan ekonomi,”tutupnya

(Desi)

Komentar