oleh

Abdul Rahim : Masyarakat Tapalang Harus Bangga dan Tetap Pilih Habsi-Irwan

2enam.com, Mamuju : Masyarakat Tapalang sangat antusias menyambut pertemuan terbatas kampanye calon bupati nomor urut 2, Habsi Wahid saat di lingkungan Kasambang, Kecamatan Tapalang, Selasa (20/10/20).

Kampanye dilakukan dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan, dimana selain Habsi Wahid, hadir juga Juru Kampanye lainnya dari Tim Koalisi Kerakyatan dari Anggota DPRD Sulbar seperti Abdul Rahim dan H.Damris serta Anggota DPRD Mamuju lainnya seperti Yani Baharuddin.

Memulai kampanye, Abdul Rahim saat orasi poliknya mengatakan, angka Dua  selalu nomor urut pasangan Habsi-Irwan punya filosofi dalam kontes pertarungan pilkada.

“Angka dua yang didapatkan Habsi-Irwan dalam kontes Pilkada Mamuju menunjukkan filosofi bahwa mereka akan melanjutkan pemerintahannya dua periode,” sebutnya.

Abdul Rahim yang sekarang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat ini juga mengatakan, dirinya telah Tujuh kali menjadi tim pemenangan dalam sejumlah kontes pilkada di Sulbar dan enam diantaranya di menangkan.

“Jadi saya tahu rasa kemenangan itu seperti apa, dan inilah yang saya rasakan saat ini,” pungkas Rahim.

Apalagi Petahana adalah orang Tapalang asli dan saya rasa masyarakat Tapalang harus bangga dan harus memilih lagi Habsi-Irwan untuk melanjutkan pemerintahannya” Lanjut Rahim.

Lajut Rahim, Sosok Habsi-Irwan yang pemikir dan pekerja keras untuk kepentingan masyarakat juga menjadi tolak ukur Partai Nasdem untuk mengusung Habsi-Irwan dalam Pilkada Mamuju.

Abdul Rahim juga mengajak masyarakat Tapalang yang sebagian besar keluarga besar Habsi Wahid untuk memilih no urut 2 pada 9 Desember mendatang.

“Partai Nasdem tak pernah main-main dalam memilih calon pemimpin karena ada ukuran survey dan figur yang dirasa bisa membawa daerah Mamuju semakin maju dan lebih baik dan itu ada pada sosok Habsi Wahid dan Irwan SP Pababari,” pungkas Legislator yang sudah 4 kali terpilih tersebut diiringi sorakan Lanjutkan..!!! dari masyarakat yang hadir.

Komentar