oleh

Anwar Adnan Saleh ; Dirgahayu Sulbar Ke 15

-Sulbar-27 views

2enam.com, Mamuju, – Tidak terasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) yang kita cintai, saat ini akan memasuki usia yang ke 15 tahun. Di usia 15 tahun ini, sebagai provinsi yang baru, tentu sudah membuka mata banyak orang dan banyak pihak baik Pemerintah Pusat maupun masyarakat Sulbar sendiri bahwa telah terjadi perubahan yang luar biasa. Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Definitif Dua Periode, Anwar Adnan Saleh (AAS) saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Kamis (19/9/2019).

“Memang pembangunan di Sulbar, kita bangun mulai dari kilometer nol, baik pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), pembangunan sarana dan prasarana pemerintahan, maupun infrastruktur darat, udara dan laut,”ujar AAS.

AAS juga mengatakan, bahwa itu merupakan salah satu bagian daripada yang akan terjadi atau harus dilakukan untuk melakukan evaluasi refleksi kebelakang, apa yang sudah dilakukan, apa yang sudah ada, apa yang sudah bisa diciptakan selama 15 tahun provinsi ini ada.

“Saya sebagai Gubernur Definitif pertama yang diberikan amanah oleh rakyat, tentu saya sudah berjuang, berusaha sebagai pelaku langsung dalam memperjuangkan provinsi dan juga tentu bertanggungjawab bagaimana menghadirkan sebuah perubahan menyeluruh di provinsi ke 33 di Indonesia yang kebetulan adalah Provinsi Sulbar,”pungkasnya.

Oleh karena itu, AAS berharap, Pemerintah yang ada di Sulbar tetap menjalankan dan melanjutkan pembangunan yang sudah dia siapkan dan gagas.

“Oleh karena itu, harapan saya, karena saya bukan lagi gubernur, baik pemerintah yang sekarang maupun yang akan datang, tetap pembangunan itu berjalan, bisa terus berlanjut dan yang sudah saya siapkan yang membutuhkan pemeliharaan dan perbaikan, itu dilakukan karena itu juga yang diharapkan oleh masyarakat,”tutur AAS.

“Bukan hanya kantornya yang diperbaiki, tetapi sarana, prasarana dan infrastruktur lainnya, itu juga harus dilakukan pemeliharaan dan perbaikan, sehingga terjadi kesinambungan dalam menjalankan dan memelihara pembangunan yang ada di Provinsi Sulbar,”sambungnya.

Mudah-mudahan, kata AAS, kedepan Sulbar akan lebih baik dan tentu rakyat Sulbar akan bersiap lagi menghadapi pemilihan gubernur tahun 2024 yang akan datang.

“Meskipun masih lama, tetapi itu tidak bisa dilepaskan karena itu merupakan agenda lima tahunan yang tidak bisa kita abaikan begitu saja dan harus dipersiapkan sematang matangnya dari sekarang,”imbuh AAS.

Selain itu, AAS juga menyampaikan, Dirgahayu Sulbar yang ke 15, mudah-mudahan di usia selanjutnya, provinsi Sulbar akan terus mendapatkan perhatian kemudian juga dapat berbenah diri, terutama bagaimana menyikapi, mempersiapkan diri untuk mengantisipasi menjadi pendukung utama Ibukota baru di Provinsi Kalimantan Timur yang sudah diputuskan oleh pemerintah.

“Ini yang harus menjadi konsen, baik masyarakat maupun pemerintah di Provinsi Sulbar, bagaimana mereka tidak menjadi penonton terhormat di Sulbar untuk bisa mendukung dan menyuplai kebutuhan yang diperlukan dan itu sekaligus merupakan salah satu yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Sulbar lebih baik kedepan. Potensi yang ada, dimanfaatkan dengan baik untuk kesejahteraan rakyat,”tutup AAS.

(Eka/*)

Komentar