oleh

60 PPK Pasangkayu Ikuti Orientasi Tugas

2enam.com, Pasangkayu : Sebanyak 60 PPK mengikuti orientasi tugas yang dilaksanakan KPU Pasangkayu di Hotel Graha Matra.

Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 6-8 Maret 2020 menghadirkan pemateri, yaitu Heroik Muttaqin Pratama, S. IP (Peneliti Perludem), Firdaus Abdullah, SH (Korwil JPPR Sulbar), Harlywood Suly Junior (Kordiv. Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Pasangkayu), Anhar, S.Sos (Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia Sulbar), Adi Arwan Alimin, S.Pd (Kordiv. Parmas dan SDM KPU Sulbar) dan Drs. Irfan Rusli Sadek, M.Si (Asisten III Pemkab Pasangkayu).

60 PPK Pasangkayu Ikuti Orientasi Tugas

Ketua KPU Pasangkayu Syahran Ahmad menyampaikan bahwa pelaksanaan orientasi tugas bagi PPK merupakan upaya memberikan pemahaman awal mengenai dimensi tugas PPK.

“Orientasi tugas ini diharapkan mampu memupus kecemasan dilingkungan kerja yang baru, sehingga potensi diri seorang anggota PPK dapat dimaksimalkan selama menjalankan tahapan Pilkada Pasangkayu,” kata Syahran Ahmad.

Sambung Syahran Ahmad menjelaskan, bahwa seorang PPK tidak saja dituntut memahami aturan teknis tahapan penyelenggaraan, tetapi juga mampu memahami filosofi dan asas pemilu dengan baik sehingga seorang PPK tidak seperti robot yang bekerja mengikuti petunjuk teknis semata tetapi mampu mengerahkan potensi yang dimilikinya saat menghadapi persoalan yang mungkin dihadapi selama tahapan.

Setelah selesai pelaksanaan orientasi, Syahran Ahmad berharap, semua anggota PPK Pasangkayu telah memiliki bekal mumpuni untuk menjalankan tugas-tugasnya kedepan.

Sementara itu, Anhar dari Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Wilayah Sulbar yang menjadi salah satu pemateri mengatakan, penyelenggara pemilu penting memahami peran media itu harusnya bagaimana? Sehingga pola-pola media yang tidak bertanggungjawab menyebarkan Hoaks dan berita sesat dapat diantisipasi.

“Jelang perhelatan Pilkada, hoaks dan berita sesat selalu mengiringi. Bahkan munculnya media partisan menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Sehingga tidak jarang informasi yang disajikan berat sebelah dan terkesan melebih-lebihkan tidak sesuai fakta, untuk mendulam simpati. Hal ini tentu berbahaya jika tidak mampu di saring oleh masyarakat, karena bisa melahirkan simpati yang berlebihan. Tentu disini penyelenggara harus mampu memahami ragam dis dan mis informasi, sehingga tidak terjebak dan bisa menangkal hoaks yang beredar,” kata Anhar, Ketua AMSI Wilayah Sulbar. Sabtu (7/4).

Beberapa tools sederhana kita pelajari bersama untuk bisa mengindentifikasi dan menangkal hoaks, imbuhnya.

“Saya menghimbau kepada masyarakat jangan mudah terhasut oleh pemberitaan atau info yang beredar khususnya di media sosial. Saring sebelum Share,” pungkas Pimpred Katinting.com ini.

(Rls)

Komentar