572 Calon Maba Unika Mamuju Jalani Tes Tertulis

Mamuju, Sulbar131 views

2enam.com, Mamuju : Universitas Tomakaka (Unika) Mamuju menggelar tes tertulis Potensi Akademik (PA) bagi calon Mahasiswa Baru (Maba) tahun ajaran 2018/2019, Minggu (26/08/18).

Sebanyak 572 calon Maba dari 7 Fakultas dan 14 program studi, mengikuti tes tertulis yang diadakan di Kampus Unika Mamuju, Jl. Ir. Juanda No.44/77.

Berikut rincian calon Maba yang mengikuti tes PA per Fakultas di Unika Mamuju.

Fakultas Ilmu Komputer 165, untuk Prodi Teknik Informatika 89 dan Prodi Sistem Informasi 76.

Fakultas Teknik 122, untuk Prodi Teknik Sipil 80, Prodi Teknik Arsitektur 22 dan Teknik Mesin 20.

Fakultas Pertanian 75, untuk Prodi Agribisnis 55 dan Agribisnis Perikanan 20 serta

Fakultas Hukum 51.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 88, untuk Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia 46, Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia 42.

Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam 14, untuk Prodi Hukum Keluarga Islam 4 dan Ekonomi Islam 10

Sementara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 57, untuk Prodi Ilmu Politik 24 dan Prodi Administrasi Negara 33.

Ketua Panitia penerimaan Maba Unika Mamuju, Yusran mengatakan dari 572 calon Maba mengikuti tes PA yang terdiri dari beberapa satuan ilmu.

“Hari ini kita melakukan tes PA calon Maba yang terdiri dari analisis, wawasan kebangsaan, kemudian bahasa,” katanya.

572 Calon Maba Unika Mamuju Jalani Tes Tertulis

Lebih lanjut Yusran mengatakan, dari 572 calon Maba, sekitar 550 yang akan diterima untuk kuliah di Unika Mamuju.

Yusran juga mengatakan tiap tahunnya penerimaan Maba di Unika Mamuju mengalami peningkatan.

“Setiap tahun ada peningkatan, seperti tahun akademik 2017/2018 kami terima kemarin sebanyak 411, dan untuk tahun ini targetnya 550 Maba yang kami terima,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor Unika Mamuju, Sahril mengatakan tes PA ini untuk mengukur kemampuan dasar dari pengetahuan calon Maba yang akan menuntut ilmu di Perguruan tinggi yang dipimpinnya.

“Kita melakukan tes potensi akademik itu untuk mengukur kemampuan calon Maba, jadi tidak selamanya tes itu menjadi syarat prasyarat lulus atau tidak lulus, sekalipun cara berfikir kita selama ini begitu,” katany.

“Tes itu bisa kita gunakan sebagai alat untuk mengukur kemampuan dasar atau Basic pengetahuan dasarnya calon mahasiswa kita, dalam rangka memberikan treatmen untuk membentuk karakter mereka,” katanya lebih lanjut.

Sahril juga menuturkan, meskipun tidak menjadi prasyarat dalam penerimaan Maba namun dalam tes tersebut tetap akan dilakukan urut atau rengking buat para peserta, ditambah dengan nilai wawancara.

“Inshaa Allah besok dan lusa di selenggarakan teswawancara,” tutupnya.(74b*)

Komentar