Realisasi PAD per 3 Mei 2024 sudah 28,7 %, BPKPD Sulbar Optimis Akan Capai Target

2enam.com, Mamuju :  Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah menginformasi perkembangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) per 3 Mei 2024.

Pemerintah Sulawesi Barat dari target pendapatan Tahun 2024 sebesar 1,8 trilyun, per tanggal 3 mei 2024 hari Jumat kemarin sudah terealisasi sebesar 586, 38 milyar atau 31,01 % dimana merupakan akumulasi dari pajak daerah sebesar 116 miliar, retribusi daerah 692 juta, hasil kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar 8 milyar, lain-lain PAD yang sah 22 miliar, pendapatan transfer sebesar 438 miliar dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebesar 164 juta.

Terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemprov Sulbar yang menjadi pemberitaan akibat beredarnya informasi realisasi PAD baru kisaran 9 %, namun hal ini mendapat respon dari Kepala BPKPD Sulbar Masriadi Nadi Atjo.

“Kalau berdasarkan data kami dari target PAD sebesar 513,3 miliar realisasinya sudah mencapai 147,3 miliar. Jadi kisaran 28,7 persen,” kata Masriadi, Sabtu (4/5/2024).

Untuk PAD yang bersumber dari Pajak Daerah terealisasi sebesar 116 miliar, dengan rincian Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) 28,7 miliar, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) 16,5 miliar, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 29,6 miliar, Pajak Air Permukaan (PAP) 109 juta, dan pajak rokok 41,1 miliar.

Masriadi optimis target PAD tahun ini dapat tercapai, tentunya dengan kerjasama seluruh pihak, serta mendorong OPD lebih optimal dalam merealisasikan program yang menyumbang langsung ke kantong PAD.

Salah satu penyebab Rendahnya Realisasi PAD Prov. Sulbar pada data Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD), karena beberapa hari ini dilakukan maintenance/update yang menyebabkan aplikasi SIPD susah untuk diakses.

Di Tahun 2024 ini, ada pergantian aplikasi Pengelolaan Keuangan Daerah yg di kembangkan oleh kemendagri dari SIPD ke SIPD RI yang mana SIPD RI murni aplikasi baru di Tahun 2024 sehingga dalam perjalanan, aplikasi tersebut terus dilakukan update dan penyempurnaan .

(rls)

Komentar