Tokoh Agama Tolak paham Radikalisme dan Terorisme Di Pasangkayu.

Mamuju Utara, Sulbar12 Dilihat

2enam.com, Mamuju : Salah Satu Tokoh Agama di kabupaten Pasangkayu sebut saja Ustadz Sukri Jamaluddin saat dikunjungi di kediamannya menolak keras Paham Radikalisme dan Terorisme yang kerap menjadi isu penting dan menjadi pekerjaan rumah semua elemen bangsa, tidak hanya pemerintah namun seluruh lapisan masyarakat karena pengaruhnya telah menjalar ke berbagai sendi kehidupan masyarakat.

Untuk mencegah tumbuh dan berkembangnya paham radikalisme di kabupaten Pasangkayu maka perlu memberikan pemahaman sebagai bentuk upaya dalam memerangi dan mencegah radikalisasi dan terorisme di Kabupaten Pasangkayu

Masih tersebarnya paham radikalisme dan terorisme menjadi perhatian serius Pemerintah untuk mencari solusi agar paham tersebut tidak sampai mempengaruhi generasi muda. Pasalnya, paham radikalisme dan terorisme merupakan musuh utama bagi keberlangsungan suatu bangsa dan negara

Tantangan terbesar dalam memerangi radikalisme karena ego sektoral yang terus memunculkan isu. Selain itu, karena sikap yang merasa benar sendiri akan suatu pemahaman.

Ust Syukri Jamaluddin memberikan Nasehat untuk menangkal dan memerangi Paham Radikalisme dan Terorisme “Tugas untuk mencegah dan memerangi paham radikalisme dan terorisme merupakan tugas bersama-sama,bukan saja tugas Instansi Pemerintah, Kepolisian Republik Indonesia, TNI, namun perlu dukungan dari Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Organisasi Masyarakat dan kita semua”pada Rabu (17/4/2024)

Sebenarnya agama manapun sama sekali tidak mengajarkan radikalisme dan kekerasan, karena semua agama mengajarkan kebaikan sehingga kita semua bersatu padu dalam mencegah radikalisme agar terwujud situasi Kamtibmas aman dan kondusif.

“Alhamdulillah di Kabupaten Pasangkayu proses dan nilai toleransi berjalan baik, tidak adanya radikalisme. Olehnya itu mari kita jaga kondusifitas ini bersama-sama,” ajaknya Ustadz Sukri Jamaluddin.

Hunas Polres Pasangkayu

Komentar