Kendalikan Hama Ulat Api, Dinas Perkebunan Sulbar Lakukan Fogging di Desa Tinali dan Desa Salugatta

2enam.com,Mamuju Tengah : Merespon laporan serangan hama ulat api yang kembali terjadi di Desa Tinali dan Desa Salugatta Kecamatan Budong-Budong, Kabupaten Mamuju Tengah pada Jum’at 6 Oktober 2023, Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) langsung menuju lokasi untuk melakukan pengamatan dan pengendalian terhadap hama tersebut.

“Mendapat laporan dari masyarakat Desa Tinali dan Desa Salugatta, saat itu juga Saya langsung menugaskan Tim POPT untuk melakukan koordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Mamuju Tengah, untuk segera melakukan pengamatan dan pengendalian hama ulat api,”kata Syamsul Ma’rif, Kepala Dinas Perkebunan Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Rabu 11 Oktober 2023

Syamsul Ma’rif mengatakan, Tim POPT Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat yang tiba di lokasi pada Sabtu, 7 Oktober 2023 langsung melakukan pengamatan serangan hama.

“Dari hasil pengamatan Tim di lokasi, diperoleh kesimpulan bahwa hama berada pada fase larva (2 – 7 hari) dan sangat efektik untuk dikendalikan dengan cara fogging,” ucap Syamsul Ma’rif

Pada hari yang sama, sambungnya, Tim melakukan pertemuan dengan Pemerintah Desa Tinali, PPL dan Petugas RPO Perkebunan untuk membahas langkah-langkah pengendalian yang tepat dan efektif.

“Dari hasil pertemuan tersebut disepakati waktu dan cara pengendalian hama ulat api yaitu dilakukan secara bersama-sama dengan target satu blok harus tuntas setiap malamnya,”bebernya

Dia menjelaskan, luas serangan hama ulat api di kawasan perkebunan kelapa sawit rakyat di Desa Tinali dan Salugatta telah mencapai 270 Ha dengan intensitas sangat berat, sehingga upaya memaksimalkan penanganan dan mencegah makin meluasnya serangan hama ulat api, pada hari yang sama, TIM POPT bekerjasama dengan Pemerintah Desa, PPL, Petugas RPO dan Petani Pekebun Kelapa Sawit melakukan pengendalian dengan cara fogging.

“Fogging dimulai pada jam 20.00-23.30 Wita dengan luas pengendalian 25 Ha/satu Blok hamparan Sawit, kemudian dilanjutkan pada malam berikutnya Minggu 8 Oktober 2023 seluas 21 Ha, Senin 9 Oktober 2023 seluas 20 ha dan Selasa 10 Oktober 2023 seluas 18 ha. Jadi total pengendalian sampai saat ini seluas 84 ha, sehingga masih tersisa sekitar 186 ha,”terangnya

Disampaikan, hasil pengamatan setelah dilakukan pengendalian dengan cara fogging bayak terdapat ulat yang mati disekitar pohon sawit.

Dari hasil yang terlihat tersebut, petani sangat merespon pengendalian dengan cara fogging dan berharap alat fogging dari Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat dapat digunakan sampai pengendalian tuntas dilakukan pada lahan yang terserang hama ulat api.

Petani juga berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat karena telah terlibat langsung dalam pengendalian hama ulat api yang sangat meresahkan petani sawit tersebut.

Hama ulat api adalah salah satu musuh yang ditakuti dalam perkebunan kelapa sawit, karena serangan ulat api dapat menurunkan produksi sebanyak 25 persen di tahun pertama, dan menurunkan produksi sebanyak 50-75 persen pada tahun kedua dan ketiga.

(rls)

Komentar