Pemprov – KPU Sulbar Mulai Bahas Anggaran Pilgub Sulbar 2024

Mamuju, Sulbar155 Dilihat

2enam.com, Mamuju : Pemprov Sulbar bersama KPU Sulbar mulai membahas pengalokasian anggaran Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulbar yang berlangsung November 2024, mendatang.

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris mengatakan, proposal yang disodorkan KPU Sulbar senilai Rp 72 miliar. Angka itu mencakup beberapa hal. Beberapa di antaranya terkait operasional, logistik, kegiatan rakor, bimtek dan sosialisasi.

“Kita belum bisa putuskan. Kita akan melihat betul substansi yang diusulkan. Termasuk anggaran di item mana yang bisa dikurangi,” bebernya.

Idris menilai, setiap kebutuhan anggaran yang disodorkan, mesti mengacu pada rasionalitas. Sebab, tidak hanya KPU Sulbar yang akan disuplai anggaran. Melainkan Bawaslu Sulbar dan TNI/Polri dari segi pengamanan.

“Rasionalisasi harus dilakukan secara hati-hati. Sebab kita juga tidak bisa memutuskan karena berkaitan dengan dampaknya. Tindak lanjutnya segera akan ada Rakorda duduk bersama semua penyelenggara tingkat kabupaten dan provinsi,” ungkapnya.

Ketua KPU Sulbar, Said Usman Umar menerangkan, ada beberapa kegiatan yang bisa dikurangi. Namun, khusus kegiatan bimtek, rapat dengan peserta pemilu dan stakeholder sangat tidak memungkinkan dikurangi. Setiap pertemuan koordinasi dilakukan untuk melancarkan setiap tahapan.

“Penyelenggara mengalami banyak masalah ketika harus melaksanakan koordinasi melalui via daring. Sedangkan persoalan sosialisasi tentu bisa menjadi poin redupsi, tapi perlu dipertimbangkan bahwa kegiatan ini sudah sesuai dengan penelitian kami di KPU,” terang Said.

Selain itu, Said mengaku, besarnya biaya operasional juga tidak lepas dari dampak gempa bumi di Mamuju, Januari 2021, silam. KPU Sulbar banyak kehilangan peralatan penunjang.

Said menambahkan, pihaknya sudah menyusun RAB Pilgub Sulbar 2024 sejak tahun 2022. Saat itu nilainya mencapai Rp 300 miliar. Namun angka itu terus diperbaiki dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah.

“Kita kemudian melakukan penyusunan dan pada Desember 2022, kita mendapat nilai Rp 148 miliar. Namun kemudian direvisi hingga mencapai Rp 72 miliar hingga saat ini,” terang Said Usman.

myu

Komentar