Prof. Zudan, dan Filosopi Sebotol Air

2enam.com, Mamuju : Hari pertama bertugas di Sulbar, PJ Gubernur Sulbar Prof. Zudan Arif Fakrulloh bersama pimpinan OPD Lingkup Pemprov Sulbar menikmati jamuan makan malam di Grand Maleo Hotel Mamuju, Senin malam , 15 Mei 2023

Pertemuan itu menjadi momen saling mengenal antara kepala OPD dengan PJ Gubenur Sulbar. Asisten III Pemprov Sulbar Jamil Barambangi, memandu acara jamuan makan malam dengan memperkenalkan seluruh pejabat eselon II Pemprov Sulbar.

Giliran Prof. Zudan memperkenalkan diri, memaknai pertemuan itu sebagai momen menyamakan frekuensi agar dapat saling mengenal lebih akrab.

“Semakin kenal semakin sayang tidak kenal tidak disayang, biar kita saling menyayangi. Nama ini fungsinya untuk menyamakan frekuensi, untuk tahu cara memangilnya,”kata Prof Zudan.

Prof Zudan lanjut memperkenalkan dirinya,
“Panggil saja saya Zudan. Kalau teman-teman sungkan manggil Prof Zudan, manggil mas Zudan, pak Zudan, monggo, mana yang enak,” ujar bapak dari tiga anak ini.

Latar pendidikan, Ia menghabiskan masa SD hingga SMA di Jogja, kemudian selesai Sarjana Hukum di Universitas Sebelas Maret 1992, S2 dan S3 di Universitas Diponegoro, dan guru besar bidang ilmu lembaga dan pranata hukum pada 2004.

Soal menata pemerintahan, Prof. Zudan memulai dengan mengibaratkan Pemprov Sulbar seperti air di dalam sebuah botol. Dirinya sebagai PJ Gubenur, hadir di Sulbar sebagai garam, gula dan sirup memberi rasa dan warna dalam menjalankan roda pemerintahan di provinsi Sulbar.

PJ Gubernur akan masuk ke OPD-OPD untuk menyesuaikan kondisi masing-masing OPD. Dalam melakukan perubahan, teorinya pada tiga hal yakni ekonomi, komunikasi dan teknologi.

“Saya akan menyesuaikan ke bapak-ibu. Kalau bapak-ibu menyesuaikan ke saya terlalu berat,” tutur Zudan.

Hal paling penting adalah berkomunikasi yang baik. Prof Zudan akan membuat nomor telpon khusus selama bertugas sebagai PJ Gubenur di Sulbar, kontak itu untuk membangun komunikasi dengan OPD.

Soal komunikasi, Prof Zudan juga memberikan tips komunikasi yang baik dengan masyarakat termasuk dalam menerima aksi demonstrasi. Diharapkan aksi demonstrasi sebaiknya disebut pertemuan silaturahmi atau audiensi agar Sulbar bukan dikenal sebagai provinsi pendemo, sehingga Sulbar terkenal di luar karena positifnya, bukan dikenal karena tidak baiknya.

“Kita harus sadar membangun komunikasi. Beri ruang komunikasi. Yang diharapkan anak anak itu pandai dan berakhlak mulia,” pungkasnya.

Soal teknologi, Prof. Zudan meminta agar satu bulan depan seluruh OPD sudah menerapkan aplikasi Srikandi untuk tandatangan elektronik. Itu juga untuk memotivasi staf berpikir lebih maju.
Sementara BKD, mendesain sistem dalam memantau kinerja setiap ASN,

“Setiap hari outputnya apa, setiap ASN kontribusinya apa,” ungkapnya.

Hal itu sebagai upaya mendeteksi SDM terbaik sehingga lahirnya kader SDM terbaik di lingkup Pemprov Sulbar. Apalagi, Sulbar dengan penduduk sedikit dan berdekatan dengan IKN memiliki potensi menjadi provinsi yang sejahtera kedepan.

“Itu salah satu keberuntungan kita. Sehingga pengelolaan SDM bisa dioptimalkan,” kata Prof Zudan.

Untuk penataan birokrasi, Prof Zudan akan memulai berdiskusi dengan tiga OPD yang menjadi pintu utama, yakni Inspektorat, Kesbangpol dan Satpol PP. Melalui tiga OPD tersebut untuk mengetahui kondisi internal Pemprov Sulbar.

“Kita ingin membangun chemistry (hubungan) sehingga bisa menyatu dengan teman-teman dengan filosopi satu botol aqua pemerintahan provinsi Sulbar. Saya hanya setetes garam, atau gula, atau sirup memberi warna dan rasa. Karena merubah segalanya tidak bisa,” tutup Prof Zudan.

(rls)

Komentar