Perwakilan BKKBN Sulbar Beri Bantuan Telur Kekeluarga Beresiko Stunting

Terbaru10 Dilihat

2nam.com, Mamuju : Sebagai salah satu wujud kepedulian terhadap upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Sulawesi Barat, ASN Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat memberikan bantuan berupa 54 rak telur yang dikumpulkan secara sukarela untuk keluarga beresiko stunting di kelurahan Rangas dan Desa Sumare, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju pada Selasa(7/3/2023).

Sebanyak 16 keluarga beresiko stunting di Desa Sumare dan 38 keluarga beresiko stunting di Kelurahan Rangas menerima bantuan tersebut secara langsung, yang dalam penyalurannya ASN Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat difasilitasi oleh Penyuluh Keluarga Berencana di kedua wilayah tersebut.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kepala Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat, Nuryamin STP, MM, bertujuan untuk meningkatkan partisipasi dan kepedulian ASN Perwakilan BKKBN Sulbar terhadap percepatan penurunan stunting di Sulawesi Barat melalui program Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS).

“Percepatan penurunan stunting seperti yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021, hadir dan memberikan ruang untuk kita semua dapat berkontribusi dalam tugas mulia pengentasan stunting, salah satunya melalui Program Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS). BAAS ini mengedepankan asas gotong royong dalam percepatan penurunan stunting dengan sasaran calon pengantin, ibu hamil dan bayi berusia 0-23 bulan (baduta). Penyaluran bantuan untuk stunting ini dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung melalui pihak ketiga.” ungkap Nuryamin

Melalui program ini, rencananya setiap ASN pengasuh akan menyalurkan minimal 1 rak telur ayam (isi 30 butir) setiap bulan secara langsung atau tidak langsung kepada 1 keluarga beresiko stunting yang diasuh selama enam bulan ke depan dan ditargetkan untuk diikuti oleh seluruh ASN BKKBN Sulbar baik Penyuluh KB PNS dan PPPK di wilayah kerja masing-masin, minimal 1 (satu) desa/kelurahan yang dianggap prioritas sehingga nantinya program ini dapat menjangkau seluruh keluarga beresiko stunting di enam kabupaten di Sulawesi Barat.

rls

Komentar