2enam.com, Mamuju : Nasabah Bank Sulselbar di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) mengaku kehilangan saldo di rekening yang ditabungnya melalui perantara pegawai bank. Tak tanggung-tanggung, puluhan nasabah menjadi korban dengan jumlah tabungan mencapai miliaran.
“Berbeda-beda yang hilang. Ada nasabah kehilangan Rp 100 juta dan kalau saya Rp 2 miliar,” kata salah satu korban, Nirmalasari Aras kepada wartawan, Senin (7/10/2022).
Nirmasalari menceritakan, ia sebelumnya mendaftar menjadi nasabah di Bank Sulselbar pada tahun 2019 melalui ajakan pegawai bank bernama Hermin. Ia mengaku mengenal pegawai tersebut sehingga tidak menaruh curiga uangnya akan hilang.
“Jadi ada pegawainya Bank Sulselbar yang tawari saya untuk jadi nasabah. Saya juga percaya sama ini pegawai karena memang dia kerja disitu (Bank Sulselbar). Setiap dia temui saya dia juga bawa temannya jadi tidak sendiri,” jelasnya.
Lebih jauh Nirmalasari mengaku memang tak pernah ke bank untuk menyetorkan dana tabungannya. Pasalnya ia percaya dengan salah satu sistem yang kini diterapkan bank yakni menjemput dana nasabah terlebih nasabah priorotas.
“Saya memang tidak setor (datang langsung ke bank). Karena kan ada programnya bank jemput dana nasabah apalagi yang datang ini pegawainya memang dan tidak sendiri,” Jelasnya.
Ia menambahkan, Hermin tak hanya menjemput dana nasabah namun juga menawarkan program Hold atau semacam deposito. Program tersebut diakuinya akan memberikan keuntungan kepada nasabah.
“Jadi menawarkan juga program hold. saya cek saldo beberapa kali waktu ikut program hold itu dan tidak ada dana di rekening. Jadi saya tanya ke itu karyawan nabilang kalau hold memang tidak terbaca di rekeneing nah saya masih percaya,” ujarnya.
“Setelah saya disuruh kalau tidak salah bulan lalu cek rekening karena infonya banyak nasabah kehilangan uang. Saya cek dan memang tidak ada saldoku, hilang,” tambahnya.
Nirmalasari menyebut ia telah beberapa kali mendatangi pihak bank bersama nasabah yang menjadi korban. Namun ia mengaku belum menerima informasi terkait kapan uang nasabah akan dikembalikan.
“Kita minta dana nasabah termasuk uang saya bisa kembali. Kalau urusan bank bilang sudah ditangani APH itu beda. Kita nasabah minta kejelasan bagaimana ini uang yang hilang,” harapnya.
Sementara itu, Wakil Pimpinan Bagian Bisnis Bank Sulselbar Zaenal menyebut saat ini ada 30 orang nasabah yang melapor telah kehilangan dana. Ia mengaku pihaknya masih mendalami kasus tersebut termasuk telah melaporkan ke Kejari Mamuju.
“Sekitar 30 nasabah (kehilangan dana). Jadi kasus ini juga sudah dilaporkan di Kejari Mamuju,” bebernya.
Zaenal menambahkan, pegawai bank bernama Hermin diduga telah melakukan penipuan ke para nasabah dengan modus hold tabungan. Ia juga tak menyangkal jika total uang nasabah hilang mencapai Rp 10 miliar.
“Iya begitu (10 miliar). Tapi kan masih didalami, nanti yang bicara tim legal bank. Jadi nanti untuk kepastiannya tim legal akan gelar pertemuan dengan nasabah (korban),” pungkasnya.
m4r10











Komentar