BPJS Kesehatan Permudah Layanan Kesehatan Selama Libur Lebaran

Kesehatan, Mamuju, Sulbar13 Dilihat

2enam.com, Mamuju : BPJS Kesehatan Mamuju memastikan peserta JKN-KIS dilayani maksimal selama libur Hari Raya Idul Fitri, tahun ini.

Menurut Kepala BPJS Kesehatan Mamuju, Wahidah, peserta JKN-KIS tetap memperoleh layanan kesehatan, mulai Rabu 29 Mei hingga Kamis 13 Juni nanti. Bahkan, mereka bisa mendapat pengobatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), di luar domisili ia mendaftarkan diri. Cukup memperlihatkan kartu kepesertaan JKN-KIS yang masih aktif.

“Semisal kepesertaannya di Mamuju, tapi sakit di daerah lain, mereka bisa berobat disana. Kalau tidak bawa kartu, bisa memperihatkan akivasi melalui aplikasi mobile JKN,” ujar Wahidah, Senin 27 Mei.

Memastikan, implementasi kebijakan itu efektif, Wahidah mengaku telah berkoordinasi dengan seluruh RSUD dan Dinas Kesehatan (Dinkes) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan Mamuju.

“Ini berlaku nasional, jadi seluruh BPJS menerapkan kebijakan serupa,” sebutnya.

Bagi peserta yang sakit, namun kartu BPJSnya tidak aktif akibat menunggak atau terlambat membayar iuran, mereka wajib membayar denda. Peserta bisa melapor ke personel BPJS di setiap RSUD atau mendatangi kantor BPJS Kesehatan. Disana personel BPJS Kesehatan masih beroperasi mulai Senin 11 hingga Rabu 20 Juni, mulai pukul 08.00 sampai 12.00 Wita.

“Kami buka dua loket pelayanan. Melayani pendaftaran kepesertaaan, layanan denda, aktivasi, reaktivasi dan penerbitan kartu kepesertaan,” kata Wahidah.

Demi kenyamanan peserta mudik, lanjut Wahidah, BPJS Kesehatan meluncurkan Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan. Bisa didownload melalui handphone android. Aplikasi itu menyediakan berbagai informasi, di antaranya mengecek alamat kantor BPJS, faskes mitra BPJS, tanya jawab BPJS, info BPJS kesehatan, lokasi penting serta nomor telepon darurat.

“Untuk layanan pengaduan peserta bisa menghubungi layanan care center 1500 400. Layanan ini beroprasi 24 jam. Termasuk hari Minggu dan libur,” tandasnya.

Lanjutnya, “Bagi peserta yang mengidap penyakit kronis, bisa mengambil obat lebih awal untuk persediaan selama libur,” pungkas Wahida. (Saharuddin Nasrun/red*).

Komentar