Ombudsman Bongkar Ijazah Alumni Yang Tertahan di SMPN 5 Kalukku

Mamuju, Sulbar9 Dilihat

2enam.com, Mamuju – Ombudsman RI sulawesi barat kembali menerima pengaduan masyarakat terkait keterlambatan penyerahan ijazah alumni di SMP Negeri 5 kalukku lulusan tahun 2017.

Akibat penundaan tersebut, sekitar 46 orang alumni SMP Negeri 5 Kalukku harus mengalami permasalahan administrasi pada saat mendaftar ke jenjang pendidikan tingkat SLTA.

Asisten Ombudsman RI Sulbar I Komang Bagus mengatakan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap terlapor (kepala SMP 5 Kalukku) untuk keperluan klarifikasi (23/01/18).

Berdasarkan keterangan terlapor yang tertuang dalam berita cara klarifikasi, keterlambatan penyerahan ijazah kepada para alumni lantaran salah seorang guru yang bertugas melakukan penulisan ijazah sementara sakit (Ngidam) sehingga penulisan ijazah tertunda dan berdampak pada terlambatnya penyerahan ijazah para alumni.

Hasil pemeriksaan dokumen dan klarifikasi terhadap pelapor, Ombudsman berpendapat bahwa SMP Negeri 5 Kalukku telah menyalahi peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan Nomor 14 tahun 2017 Tentang Ijazah dan sertifikat hasil ujian nasional pasal 2 dan pasal 4 ayat 1. Selain itu dalam proses investigasi Tim Ombudsman juga menemukan adanya dugaan permintaan uang pengambilan ijazah.

Kepala Perwakilan Ombudsman Lukman Umar, secara tegas meminta pihak SMPN 5 Kalukku segera mencari alternativ agar penyerahan ijazah segera diselesaikan, selain itu ia juga menyesalkan pengawasan dari Dinas terkait, sebab menurutnya ini bukan kasus pertama terjadi dikabupaten mamuju, bahkan Ombudsman telah beberapa kali menerima dan menyelesaikan kasus penundaan penerbitan ijazah.

“terkait kasus ini kami tidak bisa menerima alasan pihak SMP 5 Kalukku, dan secara tegas saya minta ijazah tersebut segera diserahkan dalam pekan ini, tanpa syarat apapun. Sebab ternyata hasil pengembangan kami temukan adanya permintaan uang senilai Rp. 50.000 per siswa, kami juga berharap peran Dinas terkait dalam penyelesain dan antisipasi kasus seperti ini” Ungkap Lukman (Humas Ombudsman RI Sulbar*)

Komentar