oleh

1.500 Simpatisan Mengantar Hasanuddin- Syibli Daftar ke KPU

2enam.com, Mamuju, Pasangan bakal calon Gubernur/Wakil Gubernur yang diusung oleh Partai Golkar di Pilgub Sulbar Hasanuddin Mas’ud – KH Syibli Sahabuddin akan diantar oleh sekitar 1.500 simpatisan saat mendaftar sebagai calon gubernur/wakil gubernur di KPU Sulbar pada tanggal 23 September.

Hal ini dikemukakan Ketua Tim Pemenangan Hasanuddin – Syibli, Hamzah Hapati Hasan, Senin 19 September.

“Ada sekitar 1.500 simpatisan yang akan mengantar pasangan kita ini saat mendaftar di KPU. Simpatisan ini terdiri dari tim pemenangan, pengurus Golkar, keluarga, tokoh-tokoh masyarakat, dan juga para relawan. Semuanya sudah kami data, sisa teknisnya nanti akan kita rapatkan dulu agar bisa terkoordinasi dengan baik,” katanya.

Sekretaris Partai Golkar Sulbar ini menambahkan, pada hari yang sama juga akan diadakan deklarasi pasangan Hasanuddin – Syibli ini. Deklarasi tersebut kemungkinan akan digelar seusai pendaftaran.

“Deklarasinya di Mamuju. Nanti tempatnya akan kita koordinasikan dulu. KPU memberikan Kita jadwal mendaftar pada siang hari. Jadi, mungkin seusai mendaftar, baru kita deklarasi pada sore harinya. Atau bisa juga pagi hari sebelum mendaftar. Semuanya nanti diputuskan dalam rapat tim,” ujar Hamzah.

Hamzah kembali menegaskan jika pasangan Hasanuddin – Syibli sudah final dan tidak akan mungkin berubah lagi. Penetapan pasangan ini oleh DPP Golkar berdasarkan kajian dan pertimbangan yang matang setelah melalui proses yang panjang.

Jadi, tidak mungkin terjadi pergantian pasangan dalam waktu sekejap. Penetapan pasangan seluruh kepala daerah di Indonesia yang akan diusung oleh Golkar harus melalui kajian oleh tim pilkada DPP Golkar dan diputuskan dalam rapat bersama tim pilkada dan pimpinan Golkar. Dalam waktu yang sudah mepet, tidak mungkin lagi tim pilkada melakukan kajian ulang.

“Jadi, bisa dikatakan tidak mungkin lagi untuk merubah keputusan yang telah dikeluarkan oleh DPP. Artinya kalau mau merubah keputusan, tim pilkada harus bekerja ulang untuk mengkaji. Dalam waktu yang sudah mepet, saya rasa tidak ada lagi waktu untuk mengkaji. Apapun keputusan yang telah dikeluarkan, itulah yang harus terlaksana. Semua keputusan yang diambil tentunya ada plus minusnya. Tapi, apapun itu keputusan harus dihormati dan dilaksanakan,” jelas Wakil Ketua DPRD Sulbar ini(RS*)

Komentar