Yaumil Adj, Launching Rumah Rembuk Suku Bunggu.

2enam.com, Pasangkayu,- Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) dan Litbang Matra, Arhamuddin, bersama wakil ketua I, DPRD Matra, Yaumil Ambo Djiwa, melaunching sekaligus meresmikan rumah rembuk suku Bunggu, di dusun Kalibamba, desa Polewali, Kec. Bambalamotu, Minggu 10 September.

Rumah rembuk, pertama kali didirikan di pemukiman suku terasing di wilayah dusun Kalibamba tersebut, sebagai tempat rapat adat serta kegiatan ke masyarakatan lainnya. Dan pada saat peresmian, juga dihadiri oleh Kapolsek Bambalamotu AKP. Achmad Syarif Tola, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, I Nyoman Suandi, Kepala dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan, Ahmad Sibali, dan ketua Fraksi Golkar, Syaifuddin Andi Baso, serta Kades Polewali, Mujaiz.

Yaumil, mengatakan, pembangunan rumah, sebagai wadah musyawarah bagi suku Bunggu, adalah langka maju buat masyarakat suku terasing. Maka dari itu, dengan adanya rumah rembuk, mereka dapat bersaing dengan suku lain yang ada di Matra, dengan tujuan sama, yakni untuk membangun kabupaten yang baru seumur jagung tersebut, dengan menjaga persatuan dan kesatuan tanpa memandang ras, etnis dan agama.

“Muda-mudahan kedepannya, suku Bunggu ini bisa juga maju, bersama dengan suku lain yang ada di Matra ini. Dan secara pribadi, saya sangat yakin kepada suku Bunggu ini adalah suku yang paling punya prinsip, maka dari saya berharap, mari kita selalu menjaga persatuan dan kesatuan, tanpa ada perbedaan” tutur Yaumil Adj.

Sesepuh KAPKP juga mengatakan, dengan kemajemukan Matra, sebagai kabupaten yang dihuni berbagai suku dan budaya serta agama, pada tahun 2018 mendatang, legislatif dan Pemda telah merencanakan sebuah festival “Lentora berbicara” yang bertujuan, menjaga silaturahmi dan menjalin keakraban tanpa ada batas perbedaan.

Ia juga berharap, suku Bunggu di dusun Kalibamba, dapat menjaga budaya dari leluhur mereka, serta tidak mudah terpengaruh dengan budaya modern.

Di kesempatan yang sama, Sekretaris BAPPEDA dan Litbang Matra, Arhamuddin, mengemukakan, bahwa pembangunan rumah rembuk suku Bunggu, adalah hasil swadaya dan gotongroyong masyarakat setempat, tanpa melibatkan anggaran Pemerintah desa maupun kabupaten.

“Rumah rembuk ini adalah kegiatan inovasi tanpa ada anggaran dari pemerintah, selain itu kami juga melakukan pendampingan di kampung ini secara ikhlas, dengan tujuan kedepannya, agar mereka dapat membangun wilayahnya dengan melakukan perencanaan yang matang” ungkap Sekertaris Bappeda dan Litbang.

Arhamuddin, juga mengatakan, bahwa selama melakukan pendampingan, ada beberapa usulan masyarakat, yakni pembukaan dan perbaikan jalan, pelepasan hutan lindung dan pelestarian rumah pohon, serta pembinaan sekolah alam, yang akan disampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Matra. (IHM*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *