Wahdah Islamiyah Mamuju Teken MOU dengan Bank Muamalat

2enam.com, Mamuju , Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Wahdah Islamiyah Mamuju, melaksanakan penandatangan perjanjian kerjasama atau MoU dengan Bank Muamalat Cabang Mamuju, kegiatan ini sekaligus dirangkaikan dengan Pembukaan Musyawarah kerja Daerah Wahdah Islamiyah Mamuju ke-VII, (13/01/18).

Ketua DPD Wahdah Islamiyah Mamuju, Amiruddin mengatakan. Musyawarah kerja ini adalah rutinitas rutin lembaga yang dilaksanakan setiap tahunnya, sebagai ajang evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan dan mencanangkan program kerja baru yang aktual yang bisa disinergikan dengan program Pemerintah Daerah sebagai wujud partisipasi wahdah islamiyah ikut mendorong pembangunan di daerah ini, khususnya di bidang Sosial KeAgamaan.

“maju atau tidak nya suatu lembaga tergantung peran kader nya dalam mengemban dan menyukseskan  program kerja, sehingga  potensi kader harus selalu di upgrade dengan maksimal baik dari sisi kuantitas dan kualitas, melalui musyawarah kerja ini adalah  untuk melakukan evaluasi,” Kata Amiruddin

Kaitannya denga MoU, Kepala Cabang Bank Muamalat Mamuju, M. Asrul mengatakan. Tujuan kerjasama ini untuk menjalin kemitraan dengan organisasi berbasis islam, agar ada ikatan antar lembaga dengan harapan bisa saling membesarkan dan memanfaatkan  produk dan jasa bank muamalat. Kedepan kerjasama kemitraan ini diharapkan bisa lebih ditingkatkan.

“di kantor pusat kami sudah ada divisi khusus penanganan kemitraan untuk lembaga berbasis islam dan alhamdulillah sampai hari ini kami di Bank Muamalat Cabang Mamuju, sudah menjalankan beberapa kerjasama dengan Wahdah islamiyah mamuju, diantaranya  Amal usaha dibidang pendidikan berupa  pengelolaan keuangan dan pengganjian guru dan  diharapkan kedepan dapat ditingkat,” Terang Asrul

Dalam kegiatan Mukerda Wahdah Islamiyah Mamuju ini, di hadiri jajaran pengurusan DPD dan Lembaga Muslimah Wahdah Mamuju, Ketua-ketua Departemen, Pengurus Cabang tingkat kecamatan dan pengurus ranting tingkat Desa.

Melalui kegiatan musyawarah kerja yang ke 7 (tujuh) ini yang rencananya dilaksanakan selama dua hari, diharapkan dapat dimanfaatkan dengan maskimal untuk menampung aspirasi dan masukan dari setiap peserta, yang kemudian dituangkan dalam bentuk program kerja. (AAk*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *