Wabup Mamuju ; PAW legislatif Miliki Nilai Srategis

2enam.com, Mamuju, Wakil Bupati Mamuju H. Irwan SP Pababari mengakui bahwa Pengganti Antar Waktu (PAW) anggota DPRD memiliki nilai yang sangat srategis, sebagai proses politik yang harus dilakukan untuk melengkapi formatur Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) nilai pertama bagi partai politik, dimana akan hadir kader baru yang dapat mendorong laju mesin partai yang bersangkutan dalam hal memperjuangkan aspirasi masyarakat. Hal tersebut disampaikan H. Irwan SP Pababari usai dilantiknya Dekapolis samatimbang menggantikan Ronal Maila yang keduanya merupakan kader partai Demokrat dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Mamuju, Kamis 2 November 2017. lanjut Wabub

Nilai srategis kedua,  tentu bagi individu kader yang mendapat tanggung jawab mengabdi sebagai anggota DPRD Kabupaten Mamuju, perannya tentu akan sangat dibutuhkan untuk menjalankan fungsi legislasi, fungsi anggaran, dan fungsi kontrol yang diamanahkan undang-undang dan harus dijalankankan dengan bekerjasama bersama seluruh anggota legislatif lainnya.

PAW tersebut berdasarkan surat keputusan Gubernur Provinsi Sulawesi Barat Nomor 188.4/645/SULBAR/X/2017 tentang Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kabupaten Mamuju dengan sisa jabatan 2014 – 2019

Ditempat berbeda Ketua DPRD Mamuju H. Sitti Suraidah Suhardi mengungkapkan bahwa PAW adalah hal biasa, karena partai tidak bisa berjalan jika ada salah satu anggota yang memang sudah tidak mampu menghadiri berbagai rapat dan memang dalam kondisi yang sudah tidak sehat, sehingga partai menginstruksikan kepada kami sesuai aturannya maka proses PAW yang sudah kita pertimbangkan jauh sebelumnya serta bertemu dengan pihak  keluarga maka hari ini resmi kita lakukan pelantikan.

“saya berharap dengan pelaksanaan PAW ini bisa menyelesaikan tanggung jawab di DPR sehingga tidak terjadi ketimpangan lagi, karena dipartai demokrat sudah tidak sempat mengikuti pembahasan karena ada kader yang aktif olehnya kedepan kita akan disibukkan pembahasan APBD Pokok, hal ini tentunya dibutuhkan pemikiran – pemikiran yang cerdas dan kekuatan fisik untuk menghadiri rapat dan itulah tanggung jawab sebagai anggota dewan untuk bersuara”. Pungkasnya. (HMS. LSD H*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *