ULP Sulbar Sebut Pengusaha Lokal Belum Mampu Bersaing

2enam.com, Mamuju – Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sulbar menyebut kritikan perusahaan lokal yang tidak diberdayakan Pemprov sebagai masukan. Namun, ULP tidak mampu berbuat banyak karena persaingan semakin terbuka.

Kasubag Barang Basa, Unit Layanan Pengadaan (ULP) Sulbar, M Yamin Saleh mengatakan pengusaha lokal harus bersaing secara nasional karena sistem tender yang terbuka. Sehingga, untuk bisa bersaing, perusahaan lokal harus meningkatan spesifikasi perusahaannya.

“Penentuan pemenang tender bukan hanya nilai penawaran tetapi spesifikasi perusahaannya. Jadi tidak ada maksud diskriminasi, tetapi betul-betul membuka lelang secara luas kepada masyarakat. Siapa yang mampu memenangkan kompetisi tender itulah pemenangnya,” kata Yamin, Jumat (13/09/19).

Dia menyebut, penyedia skala lokal butuh meningkatkan kualifikasi perusahaan untuk bisa bersaing. Karena kalau tidak dilakukan akan semakin tertinggal.

“Pak gubernur sebenarnya berulangkali sampaikan berdayakan pengusaha lokal. Tetapi kembali lagi kita bekerja dengan aturan,” katanya.

Yamin menyarankan agar perusahaan lokal di Sulbar proaktif agar bisa terverifikasi dalam Sistem Informasi Kinerja Penyedia (SIKaP). Aplikasi itu untuk merupakan aplikasi subsistem dari SPSE yang digunakan untuk mengelola data mengenai riwayat kinerja dan data kualifikasi penyedia.

“Perusahaan lokal lambat merespons SIKaP akan susah bersaing. Masih sangat terbatas perusahaan lokal di Sikap. Perusahaan nasional sudah masuk semua. Itu salah satu tolak ukur menilai kapabilitas perusahaan penyedia harus mengacu ke SIKaP. Ini kalau tidak direspons penyedia lokal kita akan susah bersaing,” katanya.

Meski demikian, dia tetap mengupayakan agar pemprov nantinya agar bisa melakukan pembinaan terhadap penyedia/kontraktor lokal. “Mau tidak mau pemprov harus mengintervensi langsung kemampuan pengusaha lokal. Pada umumnya yang menentukan pemenang kuncinya ada di penawaran, kemudian kelengkapan administrasi. Kalau pengusaha lokal sudah memenuhi itu pasti akan berkompetisi,” jelasnya.

Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Sulbar, Rombu Rasyid membantah perusahaan lokal tidak mampu bersaing. Perushaan lokal sangat siap bersaing. Hanya saja, dibutuhkan komitmen dari Pemprov apakah ingin memberdayakan pengusaha lokal atau tidak.

“Kalau semua tergantung mereka, mau jatuhkan perusahaan atau tidak. Sisa mereka cari kelemahannya begitupun sebaliknya,” katanya.

Kenyataannya, kata dia, semua asosiasi lokal mengeluhkan tidak ada pemberdayaan dari pemerintah bahkan terkesan diskriminasi. “Kami anggap kepemimpinan sekarang tidak ada terobosan dalam bidang pembangunan,” katanya.

Dia tidak meminta perusahaan lokal diprioritaskan karena Pokja sifatnya Independen. Mereka hanya berharap lelang dilakukan secara fair sehingga pengusaha lokal bisa bersaing.

“Apa yang pernah disampaikan Ali Baal Masdar bahwa ingin memberdayakan pengusaha lokal hanya manis di bibir saja,” katanya.

(74b*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!