Tuntutan GTT-PTT Belum Direalisasikan Pemprov Sulbar

2enam.com, Mamuju, – Tuntutan Forum Pegawai Tidak Tetap dan Guru Tidak Tetap (PTT-GTT) belum juga direalisasikan Pemprov Sulbar. Padahal tuntutan mereka sebelumnya SK dan kontrak kerja akan diselesaikan September atau paling lambat Oktober.

Ketua Forum PTT-GTT, Asraruddin menilai Pemprov tidak punya itikad baik terhadap nasib honorer di Sulbar. Masalah ini sudah berlarut-larut namun tak kunjung diselesaikan.

“Padahal apa susahnya bagi mereka segera meneken SK dan kontrak kerja itu. Agar ribuan PTT-GTT mendapat haknya,”katanya, Selasa (1/10/2019).

Padahal, kata Asraruddin, saat ini sudah ada tambahan anggaran Rp 2 miliar dari APBD Perubahan. Sehingga total anggaran untuk 3600 lebih PTT-GTT di Sulbar kini mencapai Rp 8,6 miliar. Diapun memastikan sudah melapor ke ombudsman dan BPK agar dilakukan audit pengelolaan anggaran di Disdik.

“Kami sudah melapor ke Ombudsman dan BPK, infonya mereka akan turun audit setelah tahun anggaran berakhir atau Januari 2020,” katanya.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Sulbar, Arifuddin Toppo mengatakan, draft SK dan kontrak kerja 3600 lebih PTT-GTT itu sudah ada di meja Sekretaris Provinsi Sulbar, Muhammad Idris. Dia juga mengaku tidak tahu alasannya sampai saat ini belum ditandatangani.

“SK sudah di meja pak Sekda kalau tidak salah sudah ada disposisi nya ke Biro Hukum. Tuntutan mereka sampai Oktober, jadi masih ada waktu,”jelasnya.

Lanjut Arifuddin Toppo mengatakan, sembari menunggu SK, pihaknya bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) sementara menyusun format tes kompetensi PTT-GTT. Sehingga dipastikan jumlahnya akan berkurang.

“Akan ada tes kompetensi yang dilakukan Pemprov lewat BKD. Saya kira akan berkurang jumlahnya sesuai kebutuhan sekolah,”katanya.

“Total yang dibutuhkan belum ada, baru akan dirapatkan nanti 3 dan 4 Oktober. Akan disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Kita minta daftar kebutuhan dari sekolah,”sambung Arifuddin.

Tes kompetensi ini, kata dia, berdasarkan temuan membeludaknya PTT-GTT di sekolah SMA atau SMK sederajat. Bahkan sudah banyak yang tidak aktif masuk berkantor atau mengajar.

“Rujukan lainnya, Sulbar terendah hasil UNBK, yang mempengaruhi adalah guru. Seleksi ini diharapkan meningkat nantinya,”katanya. (rul)

(Eka/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *