Sengketa Lahan di Baribi, Aparat Gabungan Siaga Penuh.

2enam.com, Mamuju Utara, Pasangkayu, sengketa lahan perkebunan sawit antara pihak perusahaan dengan masyarakat mamuju utara di dusun baribi, desa towoni, kecamatan baras, kabupaten mamuju utara kembali memanas.

Dilokasi sengketa ratusan masyarakat baribi bersiaga penuh, sebab mendengar akan ada pihak perusahaan yang akan melakukan pembongkaran pondok pada hari Rabu(19/10/2016).

Masyarakat mempersenjatai diri dengan benda tajam bersiaga penuh melakukan perlawanan jika sewaktu waktu pihak perusahaan melakukan pembongkaran pondok.

Masyarakat mendengar isu bahwa ribuan massa pihak perusahaan akan dikerahkan membongkar pondok yang telah didirikan warga di lokasi sengketa. Bahkan isu berkembang di masyarakat bahawa pihak perusahaan menyewa ratusan preman untuk menggusur dan mengusir masyarakat baribi yang telah sekitar 4 tahun menduduki lokasi sengketa.

Sementara itu, aparat TNI AD dan kepolisian polsek baras dari polres Matra bersiaga penuh di lokasi sengketa. Pihak kepolisian terus mencari kebenaran informasi isu bahwa akan ada pembongkaran pondok masyarakat baribi.

Kapolsek baras iptu Yohanis mengatakan telah 3 hari polisi polsek baras berada di lokasi sengketa lahan di baribi, bahkan telah melakukan penelusuran isu informasi pembongkaran pondok rumah masyarakat.

Saya tadi malam begadang hingga jauh malam mencari tahu kebenaran isu tersebut, sebab jika itu terjadi bisa bahaya.”Pungkas kapolsek baras iptu Yohanis”.

Bahkan saya juga mendatangi rumah-rumah yang diduga preman perusahaan namun tidak ketemu karena semuanya tertidur didalam rumah.”tambah yohanis”.

Iptu yohanis berpendapat informasi pembongkaran pondok warga di baribi ternyata hoax dan tidak benar. Namun tetap menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak gegabah.

Lanjut Iptu Yohanis, Kami pihak kepolisian polsek baras telah berkoordinasi langsung oleh pihak perusahaan dan meminta untuk tidak melakukan aktivitas di baribi seperti memanen buah sawit. Begitupun sebaliknya kami juga meminta masyarakat untuk tidak beraktivitas memanen buah sawit di barubu untuk mengantisipasi terjadinya konflik yang bisa memicu tidak stabilnya kondusifitas wilayah mamuju utara.

Saya harapkan masyarakat menahan diri karena masalah sengketa lahan di mamuju utara tengah dalam penanganan pemerintah.(IHM*).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!