Sebelum Tuntutan Dipenuhi Komite Medik Tetap Mogok

2enam.com, Mamuju , Aksi mogok kerja dokter Rumah Sakit (RS) Regional Sulawesi Barat (Sulbar) Melalui surat pertayaan yang dibuat Komite Medik Rumah Sakit, membuat Direktur Rumah sakit angkat bicara.

Direktur RS Regional dr. Andi Munasir mengatakan, Komite medik telah melampaui kewenangannya, hal itu disampaikannya ketika ditemui di ruangannya, Jumat (06/10/17)

“Dia (komite medik) tidak boleh mengatur bahwa dokter tidak boleh melayani pasien, tugasnya itu ada dalam Permenkes 755 tentang penyelenggara komite medik, ” tegasnya.

Lebih lanjut ia menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh komite medik.

“Harusnya dia melaporkan kepada manajemen, bukan melakukan aksi demikian, harusnya dia membantu manajemen bukan menurunkan citra Rumah Sakit,” terangnya.

Ditemui ditempat berbeda Ketua Komite Medik RS. Regional Sulbar dr. Arphandi Rahim mengatakan terserah dengan apa yang dikatakan oleh Dirut.

“Terserah Dirut mau bilang apa kami akan melayani jika semua sudah tersedia sesuai dengan SOP kami, dan yang paling penting untuk operasi harus ada sterilisator,” tegasnya.

Karena menurutnya meraka berhak untuk membela diri, dan tidak akan melayani sebelum tuntutan dipenuhi.

“Kami berhak membela diri kami, kami tidak akan melayani sebelum ada semua obat, DHP, semua fasilitas penunjang, itu operasi sudah dua (2) minggu ndandi kerja ini, sudah dua minggu nda ada operasi di regional, dan harus ada sterilisator, kami tidak ingin dituntut dengan tindakan malpraktik,” tutupnya. (74b*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *