SDK Soal Peningkatan Ekonomi Mikro

2enam.com, Mamuju, Calon Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka (SDK) memanfaatkan masa kampanyenya dengan blusukan ke Pasar Regional Mamuju, Selasa (22/11). Di sana, Bupati Mamuju dua periode itu lebih bayak menyapa
para pengunjung pasar sambil bersalaman dengan mereka.

Tak hanya itu, di pasar yang kini sedang dironavasi tersebut, SDK juga banyak melayani permintaan ‘selfie’ dari pengunjung pasar.

Di beberapa venue kampanye, SDK terus menyuarakan beberapa program prioritasnya jika di Pemilukada nanti ia dan Kalma Katta terpilih sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur.

Apa itu ?.

Di beberapa rangkaian kampanye yang telah ia tuntaskan, SDK sering menyebut penggratisan seragam bagi anak SMA sederajat, pembagian kartu BPJS, serta pembagian anggaran infrastrktur Rp. 100 Milyar per tahun per kabupaten.

Di sisi lain, SDK juga punya rencana soal peningkatan kesejahteraan bagi para pelaku ekonomi mikro. Hal itu ia umbar saat menuntaskan agenda blusukan di Pasar Regional Mamuju.

Dengan gaya yang santai, di salah satu Warkop di Mamuju, SDK sempat menyinggung soal komitmen pemberdayaan pelaku ekonomi mikro di Sulawesi Barat.

Untuk urusan itu, SDK menjelaskan, cara untuk menjawab persoalan yang masih membelit para pelaku ekonomi mikro di Sulawesi Barat ialah dengan memberi kemudahan akses permodalan kepada mereka.

“Jadi, kita akan fasilitasi pelaku ekonomi mikro kita dengan memberi
kemudahan untuk memperoleh akses modal. Pemerintah harus hadir untuk persoalan seperti itu,” kata SDK.

Ia mengatakan, pemerintah wajib memberikan perhatian berlebih kepada
pelaku ekonomi mikro. Menurutnya, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah harus mampu merangsang geliat pertumuhan ekonomi mikro yang ada di Sulawesi Barat.

“Bisa juga memberikan bantuan kepada para pelaku ekonomi mikro kita. Apakah itu dititip di pihak perbankan, atau langsung ditangani oleh dinas terkait. Dengan begitu, saya yakin, pertumbuhan ekonomi mikro kita bisa berlipat ganda,” paparnya.

Ketua DPD Demokrat Sulawesi Barat itu menyebut, pelaku ekonomi mikro semestinya mendapat keberpihakan pemerintah yang berlebih. Di mata
SDK, ekonomi mikro merupakan salah satu pilar utama penopang pertumbuhan ekonomi di suatu daerah.

“Saya kira, hal itu bisa kita lakukan. Kita sudah punya data pelaku ekonomi mikro di Sulbar ini, tinggal bagaimana kita membuat kebijakanvyang pro kepada mereka. Dengan begitu, saya yakin kita bisa menekan angka kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”
pungkas SDK. (MH*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *