Saatnya Perempuan Maju Di Pilkada Polman 2018

2enam.com, Polman, Kandidat perempuan dianggap punya potensi kuat menang dalam Pilkada Polewali Mandar 2018 mendatang, apalagi jika kandidat itu datang dari seorang perempuan yang punya kompetensi.

Salah seorang kader Fatayat NU Indah Mayasari menyebut sudah saatnya polman membutuhkan pemimpin perempuan, mengingat masih banyaknya kebijakan yang masih mendiskriminasi perempuan, baik dalam bentuk Peraturan Daerah (Perda).

“Maupun sejatinya pada program yang tidak sensitif gender, salah satu faktornya dominasi laki-laki dalam kepemimpinan, tidak memiliki gambaran atau kurang menyentuh bagaimana perempuan butuh dilindungi dan memajukan perempuan,” ungkap Indah Mayasari melalui pesan singkat WhatsApp. Jumat (13/10/2017).

Lebih lanjut Indah Mayasari mengaku saat ini masih banyak ketimpangan sosial. Terbukti dengan banyaknya kasus gizi buruk, perempuan lanjut usia dan janda-janda yang masih hidup jauh dari kata layak dan di katakan normal dalam perspektif kesejahteraan.

“Sehingga ini butuh sentuhan tangan perempuan-perempuan, bisa menjadi kepentingan sesama perempuan, sehingga perempuan perlu didorong dalam pengambilan kebijakan di dunia politik,” paparnya.

Saat di tanya soal siapa figur perempuan yang pantas ikut bertarung di Pilkada Polman, perempuan yang pernah duduk sebagai Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Polman itu menyebut Chuduria Sahabuddin, Rektor Universitas Al-Asyaria Mandar.

Menurutnya, Chuduriah Sahabuddin merupakan kader Nahdlatul Ulama (NU), yang punya kompetensi dan akan mampu melahirkan kebijakan yang bermuara kepada pemenuhan hak-hak perempuan, tanpa menapikan peran laki-laki.

“Ibu (Chuduria Sahabuddin) sebagai tokoh perempuan NU sangat cocok membawa semangat ini, karena ini sejiwa dengan Cita-cita NU yang dalam sejarahnya setia mengawal gerakan sosial perempuan dalam mengangkat harkat dan martabat perempuan Indonesia. melalui bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, da’wah dan sosial, sebagai komitmen kita untuk mewujudkan kesejahteraan sosial yang berkesetaraan dan berkeadilan,” kuncinya. (1l4*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *