Rangkul Remaja, Kunci Pembangunan Negara

2enam.com, New York : Pemerintah Indonesia berkomitmen menjadi salah satu pelopor dalam implementasi Sustainable Development Goals 2030. Hal ini dibuktikan dengan disorotnya partisipasi anak – anak dan remaja dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Indonesia saat ini.

“Sepanjang sejarah perjuangan rakyat Indonesia, kaum remaja telah memainkan peran aktif sebagai ujung tombak, membawa bangsa Indonesia menuju kebebasan, persatuan, dan integritas. Memang, remaja telah memainkan peran utama dalam membawa perubahan politik, sosial dan ekonomi dan mendorong negara ke depan. Oleh karenanya, mereka harusnya memiliki kesempatan untuk terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, dan membuat rencana strategis bagi negara dan program – program terkait remaja,” tutur Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise pada The Side Event of the High-Level Political Forum 2019 dengan tema “Child and Youth Art, Advocacy and Action to Be Safe to Learn: A Student Presentation on SDGs 4 and 16″ dan “Putting Children at the Heart of the 2030 Agenda” di New York.

Hal tersebut dibuktikan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam memperkuat keterlibatan peran anak-anak Indonesia melalui Forum Anak Nasional (FAN). Forum Anak adalah forum untuk memenuhi hak partisipasi anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P).

Pelopor dalam memberikan kontribusi positif dan sebagai agen perubahan di tingkat nasional dan regional untuk mengatasi berbagai masalah anak yang terjadi di daerah mereka. Pelapor dalam melaporkan semua hal berkaitan dengan pemenuhan hak-hak anak melalui berbagai saluran yang telah disediakan oleh negara. Forum Anak ini telah dibentuk di 34 Provinsi dan semua Kabupaten / Kota.

“Remaja adalah mitra dan agen perubahan yang tidak terpisahkan untuk mewujudkan sekolah yang aman untuk belajar. Contoh luar biasa dari kapasitas dan kreativitas remaja untuk bertindak sebagai agen perubahan adalah komik yang dibuat oleh seorang siswa Indonesia, Rizka Raisa Fatimah Ramli (17), yang memenangkan kompetisi buku komik global UNICEF. Komik tersebut bercerita tentang seorang pahlawan super yang mampu menghidupkan karakter yang ia gambar dan menghentikan bullying di sekolah. Kita harus berbuat lebih banyak untuk mendukung remaja seperti Rizka untuk berbicara tentang kekerasan di sekolah,” ungkap Menteri Yohana.

Rizka adalah salah satu dari ribuan siswa Indonesia yang mengambil sikap aktif terhadap penindasan di sekolah. Hal tersebut ia lakukan melalui program pencegahan kekerasan yang beranggotakan teman sebaya yang disebut “ROOTS”. Melalui program ini, siswa dapat belajar tentang pencegahan kekerasan,serta melaksanakan kampanye untuk meningkatkan kesadaran dan menyebarkan pesan positif di sekolah.

“Kami ingin tekankan pentingnya keterlibatan anak dan remaja dalam pengembangan, implementasi, dan pemantauan pencapaian target SDGs. Anak-anak dan remaja tidak hanya menjadi objek kebijakan dan strategi nasional. Mereka adalah subjek yang menjadi pendorongnya. Anak-anak dan remaja merupakan bagian dari solusi, terlibat dalam keputusan dan rencana yang akan memengaruhi hidup kita, negara kita, serta akan menjadi pewaris dan pemimpin,” tutup Menteri Yohana. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!