Program KKBPK Harus Digelorakan di Sulbar

2enam.com, Mamuju : Program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) dalam mewujudkan keluarga berkualitas harus digelorakan secara serius dan terus menerus agar masalah kependudukan tidak terjadi di Sulbar.

Tidak hanya berada di pundak BKKBN, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Pemerintah daerah, serta dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, mari bersama-sama mewujudkan semua ini, kata Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar pada acara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXV yang berlangsung di halaman Kantor BKKBN Sulbar, Rabu, 18 Juli 2018.

Pada kesempatan tersebut, Gubenur Sulbar, Ali Baal Masdar juga memberikan apresiasi kepada segenap masyarakat yang telah berkomitmen pada program KKBPK melalui peringatan hari keluarga nasional

“Penghargaan juga saya berikan pada segenap jajaran perwakilan BKKBN Sulbar atas perayaan kegiatan hari keluarga nasional ke-25 ini dengan melibatkan berbagai komponen masyarakat dari enam kabupaten untuk berkumpul mioro siola-ola atau tudang sipulung dengan mengedapankan budaya kebersamaan, keakraban dan kekeluargaan karena inilah hakekatnya keluarga,” sebut Ali Baal.

Ia juga mengajak semua yang hadir untuk mengingat kembali pentingnya peranan keluarga bagi kehidupan pribadi, sosial, berbangsa dan bernegara. Dan pentingnya peringatan tersebut karena keluarga berada pada posisi strategis dalam membangun bangsa.

“Keluarga kita adalah penentu kualitas bangsa. Keluarga yang sehat, cerdas dan sejahtera adalah prasyarat bagi bangsa yang sehat dan sejahtera. Dari keluargalah akan lahir anak-anak kita sebagaai generasi penerus yang akaan menghadapi berbagai tantangan kehidupaan global yang makin kompleks dan membutuhkan pengetahun dan keterampilan untuk dapat menjawab berbagai kompetisi hidup di berbagai sendi kehidupan” jelasnya

Lebih lanjut, Ali Baal mengungkapkan, sesuai dengan visi Sulbar tahun 2017-2022 yaitu Sulawesi Barat yang Maju dan Malaqbi dengan misi pertama yaitu pembangunan sumber daya manusia berkualitas, berkepribadian dan berbudaya, yang sangat ditentukan oleh keluarga. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *