Pemkab Mamuju Belum Tau Soal Tambang Zirkon Di Padang Baka

2enam.com, Mamuju :  Terkait permasalahan tambang Zirkon di Mamuju menuai Sorotan dari masyarakat di Lingkungan Padang Baka, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju.

Masyarakat setempat menolak perusahaan tambang PT Suryamica yang akan melakukan penambangan di sejumlah titik di Mamuju.Mereka khawatir perusahaan tambang mineral Zirkon akan menimbulkan masalah lingkungan kedepannya.

Tokoh Pemuda, Lukman Rahim mengatakan masyarakat di Lingkungan Padang Baka, Kelurahan Rimuku, telah melakukan konsolidasi dengan hasil menolak tegas adanya penambangan itu, karena mereka khawatir merusak sumber air dan menghilangkan mata pencaharian warga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

“Warga keberatan karena ini demi keberlangsungan hidup anak cucu kami. Di sini lokasinya berada di sumber air kami. Termasuk yang ke Kota Mamuju, hulunya. Daerah hamparan itu jalur sungai, jangan sampai kami terkena limbahnya,” katanya, Senin,(29/6/2020).

Selain itu, kata dia, lokasi yang akan dijadikan tambang adalah kebun warga yang selama ini dijadikan tempat mencari nafkah. Diantaranya kebun durian, langsat, cengkeh dan lainnya yang berada di pegunungan Anjoro Pitu atau kelapa tujuh.

“Lagian tanah itu sakral bagi kami. Dulunya di sana perkampungan nenek kami, meski sekarang menjadi kebun. Tetapi punya nilai historis yang tak ternilai dengan materi,” jelasnya.

Sementara pihak pemerintah daerah kabupaten Mamuju dalam hal ini Bupati Mamuju yang di temui mengatakan belum mengetahui adanya penambangan Zirkon yang akan di lakukan di kabupaten Mamuju.

“Sampai saat ini saya belum mengetahui hal tersebut Laporannya belum saya terima, terkait adanya penambangan di Kelapa Tujuh.yang jelas kasus itu belum masuk ke saya,”Kata Bupati,(30/6/2020).

Saat ditanya mengenai kondisi akan dilakukanya eksplorasi.Bupati juga mengelak bahwa Pemkab Mamuju telah melakukan mediasi bersama pihak ESDM provinsi sulawesi barat kepada masyarakat yang daerahnya masuk dalam kawasan eksplorasi tambang.

“Pemkab siapa , saya sendiri heran baru kutahu juga ini,Kalau ijin kan kan dari atas.Tapi seingat saya selama jadi bupati, iya tapi saya pelupa juga yah. Tidak ada Pi saya tandatangan, saya tanda tangan itu tambang batu gajah dan pasir,”Jelasnya.

“Apabila betul adanya tambang yang akan masuk tentu kita antisipasi terhadap masyarakat yang kena dampak dan kalau memang ijinya sudah ada di provinsi paling tidak kita kerja sama provinsi untuk mensosialisasikan dengan masyarakat,”tandas Bupati.

Terkait dengan adanya penolakan dari masyarakat, bupati mengatakan itu hak masyarakat ketika masyarakat kita berikan edukasi dan pemahaman, tetapi kita liat dulu ijinya.

Dan terkait masalah lahan yang tidak ketahui masyarakat bahwa tanahnya masuk dalam eksplorasi,Bupati mengatakan itu kita akan cari solusi bersama dan akan melakukan diskusi bersama masyarakat yang ada.

Dari informasi yang dihimpun PT Suryamica akan menggarap 4.700 hektare di pegunungan kelapa tujuh. Masyarakat khawatir sumber airnya terganggu dan memperparah banjir di Mamuju. Termasuk ancama longsor.

(MRz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *