Musa Membantah Telah Mengitimidasi Wartawan

2enam.com, Mamuju Kepala Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Provinsi Sulawesi Barat, Musa, mengklarifikasi pemberitaan di beberapa media terkait masalah intimidasi dan ancaman untuk membunuh salah satu wartawan di mamuju

Hal ini disampaikan oleh Musa dengan mendatangi kantor Sekretariat Ikatan Jurnalis (IJS) Sulawesi Barat, Senin 24/10/2016

Dikatakan membantah bahwa dirinya melakukan pengancaman terhadap wartawan Tabloid Investigasi, Musraho, apalagi sampai mengusirnya keluar dari ruangan.

“Mengenai pemberitaan katanya saya mau bunuh, bagi saya selaku orang gunung, pantang sekali ada pembunuhan. Kita itu ada ada’ tuho (Adat Hidup atau hukum adat, red), kecuali kalau orang berperang. Adapun kata bunuh, maksud saya itu adalah mubunuhka’ itu (Kau yang membunuh saya),” kata Musa.

Musa juga membenarkan, bahwa Musraho bersama salah seorang rekan wartawan lainnya, Tasbih datang ke ruangannya, pagi tadi. Menurut Musa, kedatangan Musraho dianggap mengganggu, apalagi kedatangannya sudah dilakukan beberapa kali.

“Kejadian tadi pagi itu, sahabat saya (Musraho) datang ke ruangan saya. Dia masuk mendorong pintu mengucapkan salam, saya pun menjawab salamnya. Setelah duduk, saya bilang ada apa?. Dia (Musraho) bilang ada video, shooting dan rekaman yang katanya mau diangkat sebagai berita, kalau saya tidak menghendaki permintaannya untuk kerja sama,” urai Musa.

“Dia (Musraho) juga bilang, saya angkat di media. 5 kali datang ke ruangan saya, katanya ingin menaikkan berita dari rekaman dan video yang dia punya,” tambah Musa menirukan perkataan Musraho.

Musa mengaku beberapa kali meminta Musraho untuk menunjukkan rekaman dan video tersebut yang ia sebut sebagai ancaman bagi dirinya itu.

“Namun, Musraho tak pernah memperlihatkan rekaman dan video tersebut. Tidak pernah juga dinaikkan diberita selama ini, jadi saya tidak tahu apa yang ada di rekaman dan vide tersebut. Saya merasa diancam,” ungkapnya.

Terkait soal lembaga Badan Intelijen Negara (BIN) yang diberitakan, Musa mengaku sama sekali tidak mengatakan kepada Musraho bahwa dalam memberitakan meminta izin dulu kepada BIN.

“Itu tidak benar. Mengenai bahasa BIN, maksud saya, jangankan BIN, polisi dan kejaksaan juga ikut memeriksa kalau ada persoalan begitu,” terangnya.(IS AR*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *