Mamuju Miliki Alat Pendeteksi Gempa dan Tsunami

2enam.com, Mamuju : Setelah BMKG pusat menyerahkan kepada pihak pemerintah alat pendeteksi gempa dan tsunami,Wakil Bupati Mamuju, Irwan Sp Pababari bersama Kepala BPBD Mamuju Muhammad Ali Rachman, resmikan bantuan alat deteksi gempa dan tsunami bantuan dari BMKG pusat.

Wakil Bupati Mamuju, mengatakan Alat informasi deteksi gempa dan tsunami tersebut dipasang di gedung baru Bappeda,Kantor Bupati Mamuju, agar nantinya informasi ketika terjadi gempa bisa cepat untuk diketahui dan disampaikan kepada masyarakat Mamuju.

“Kami dari Pemkab Mamuju merasa senang dan berterima kasih atas pemberian alat Warning Receiver Sistem (WRS), dari BMKG Pusat dalam hal ini Kepala BMKG Gowa, Sulsel Gandamana Matondang,” kata Irwan SP Pababari. Senin,(29/6/2020).

Ia menambahkan, WRS tersebut adalah alat new generasi pemberi informasi gempa bumi dan tsunami untuk Mamuju.

“Sehingga apabila terjadi sistem navigasi yang dilakukan bisa cepat mendeteksi dan disebarkan ke masyarakat sehingga tifak terjadi korban karena itu bisa berdampak kepada penangan evakuasi yang dilakukan, dan itu akan di connect kan ke seluruh wilayah di Mamuju termasuk Kecamatan dan Desa,” bebernya.

Sementara itu Kepala BPBD Mamuju Muhammad Ali Rachman mengatakan kedepan pihaknya akan membuat satu aplikasi yg terintegrasi ke seluruh wilayah Kecamatan, Kelurahan dan Desa di Mamuju.

“Kita ketahui bersama dimana Mamuju salah satu daerah yang rawan sehingga adanya WRS ini sesuai arahan Bupati dan Wakil Bupati agar kedepan ada konektivitas aplikasi yang akan dibuat melalui hp akan terkononeksi ke Desa dan Kelurahan bersama Camat di seluruh wilayah Kab Mamuju,”ujarnya.

Namun pihaknya tidak menjamin terhadap daerah yang tidak terjangkau informasi jaringan.

“Kita akan bangun komunikasi, dengan tekhninsya apabila ada informasi dari sistem mereka akan bunyikan sirine, di setiap desa untuk daerah yang tidak terjangkau kita pakai gentongan kita manfaatkan kearifan lokal, sehingga semua wilayah di Mamuju bisa mendapatkan informasi sedini mungkin, ketika ada ancaman gempa dan potensi tsunami,” ucapnya.

Termasuk untuk jalur evakuasi telah disiapkan meskipun dalam jumlah masih sedikit namun, itu akan ia maksimalkan dengan memasukkan anggaran kedepan.

“Dimana Mamuju banyak daerah yang bisa dijadikan titik kumpul untuk jalur evakuasi, namun itu perlu di edukasi di masyarakat salah satunya ada di jalur dua di Kalukku, kemudian di area rujab Gubernur,” jelasnya.

(MRz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *