Maksimalisasi Penukaran Uang, KPw BI Sulbar Pasang Empat Strategi

2enam.com, Mamuju : KPw BI Sulbar layani penukaran uang kartal pecahan kecil melalui perbankan, drive THRU, kas keliling, dan penukaran di lingkup instansi pemerintah.

Penukaran perbankan dimulai 13 Mei hingga 29 Mei, di 12 kantor cabang perbankan di Sulbar. Masing-masing, Bank Sulselbar, BRI, BNI, Mandiri, Mandiri Syariah, BTN, Muamalat, Mega, Maybank, Panin, BTPRI, dan Sinar Mas.

Sementara Layanan drive THRU di KPw BI Sulbar dari 15 Mei hingga 29 Mei. Sementara kas keliling di Matos, melibatkan BRI, BNI, dan Bank Sulselbar, dari 27 Mei hingga 29 Mei, pukul 09.00-13.00 Wita. Sedangkan penukaran di lingkup institusi, KPw BI Sulbar menyasar instansi vertikal dan pemerintah daerah, 20 Mei hingga 23 Mei mendatang.

Kepala KPw BI Sulbar, Dadal Angkoro mengungkapkan, pelbagai strategi yang dicetus diharapkan mampu memaksimalkan pelayanan penukaran uang. Utamanya pelibatan perbankan guna memudahkan warga menukar uang di pelbagai tempat.

“Insyaa allah itu harapannya. Dan kami yakin bisa memenuhi kebutuhan masyarakat. Apalagi selain di BI, masyarakat bisa menukar di perbankan di kabupaten lain,” ujar Dadal Angkoro, kepada 2enam.com, Jumat 17 Mei.

Sejauh ini, kata Dadal, proses penukaran masih sepi. Tetapi akan meningkat drastis jelang lebaran, seperti tahun sebelumnya. Meski begitu, Dadal menegaskan pelayanan prima tetap dilaksanakan guna kenyamanan dan keamanan masyarakat.

“Ini baru hari ke tiga, seperti biasa karena masih awal, baru sedikit yang menukar. Tentu akan meningkat saat pembayaran gaji,” tandasnya.

Humas KPw BI Sulbar, Rezky Satya mengungkapkan, 12 perbankan tak dibebankan target penukaran. Hanya melayani penukaran sesuai likuiditas masing-masing bank.

“Tapi kalau habis, bisa meminta bantuan ke BI,” kata Rezky.

Terkait penukaran di istansi pemerintah, menurut Rezky, sistem penukaran memakai sistem berbeda. Pemerintah cukup menyodorkan kebutuhan uang kartal pecahan kecil, ke KPw BI Sulbar.

“Kalau itu kerjasama dengan instansi, dia butuh berapa, nanti ditukar ke BI. Tapi sampai saat ini belum ada info instansi mana yang butuh layanan,” pungkasnya. (Saharuddin Nasrun/Red*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!