Lima Pelajar Madrasah Mamasa Raih Juara Kompetisi Sains Madrasah

2enam.com, Mamuju : Lima orang Pelajar dari Madrasah Swasta di Kabupaten Mamasa mampu bersaing merebut posisi juara pada ajang Kompetisi Sains Madrasah tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Mamuju. Kamis, 15/08/2019.

Ke-lima pelajar tersebut, menyabet juara. Pada Bidang Studi Fisika, 2 Pelajar Mamasa masing -masing Nur Salam, Siswa MA. Darul Falah Saluaho, Mambi keluar sebagai juara I sementara rekannya  Zul Hamdi siswa MA Uhaedao Aralle meraih juara III.

Sedangkan pada bidang studi Matematika, juara II diraih Nur Arnilam, Siswa MA Talipuki dan untuk Matematika Terintegrasi diraih Ihdina Fahma Rosyada, Siswa MIS Al Hidayah Mamasa.

Pada bidang studi Sains IPA Terintegrasi Nur Milasari, pelajar Madrasah Tsanawiyah Swasta Pamoseang, Aralle, menyabet juara II.

“Para peserta dari Kabupaten Mamasa ini, berasal dari sekolah swasta, dan kita bersyukur para pelajat tersebut mampu berprestasi di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat ini, Ini membuktikan bahwa Madarasah Swasta yang ada di pelosok dapat menghantar prestasinya untuk kemajuan pendidikan di Sulawesi Barat ini,” jelas Arifin salah satu pendamping.

Dikatakan, untuk meningkatkan minat belajar siswa, tak dipungkiri peran Pondok Pesantren sangat membantu menangkal pengaruh lingkungan, sehingga para siswa fokus dan tekun dalam belajar.

“Atas prestasi yang diraih ini, kami sangat berharap Kanwil Kemenag melalui bidang Pendidikan Madrasah dapat memperhatikan bantuan sarana dan prasarana yang memadai guna mendukung proses belajar mengajar,” jelas Arifin.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Mamasa H. Imran K Kesa mengapresiasi keberhasilan yang diraih peserta KSM Mamasa.

Selamat berjuang untuk kemajuan madrasah, seiring dengan kemajuan negeri kita Indonesia, kemerdekaan kita isi dengan pembangunan semua sektor, tidak terkecuali dengan pembangunan SDM yang berkarakter dan Agamis. “Kita bangun Indonesia dari pintu gerbang Madrasah dan Pesantren demi melahirkan calon pemimpin yang Agamis tapi tidak ekstrim,”harapnya.

(Herawati / Busran Riandhy*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!