Larangan Bermain Pokemon Go

2enam Jakarta. Nama Pokemon go akhir-akhir ini menjadi semakin terkenal dan sangat familiar di telinga kita, demam permainan Pokemon go ini memang sedang melanda di berbagai belahan dunia meski baru dirilis resmi pada sejumlah negara di Amerika dan Eropa. Namun di tanah air permainan atau game virtual berbasis Global Positioning System atau GPS ini dengan cepat digandrungi warga masyarakat anak-anak, remaja hingga orang tua pun dibuat penasaran untuk ikut-ikutan bermain berburu monster virtual di berbagai lokasi semakin hari semakin banyak yang mudah diakses aplikasinya dan terlibat permainan Pokemon Go yang memang penuh tantangan

Pokemon go merupakan game Smartphone pertama yang telah melahirkan fenomena sosial secara global. Selama ini game hanya dimainkan secara duduk statis, Pokemon go dimainkan secara dinamis para pemain harus blusukan ke berbagai tempat untuk berburu monster mereka harus berjalan, berlari, bersepeda bahkan naik sepeda motor untuk berburu monster, mereka harus menerobos taman kota, semak-semak, menyeberang jalan, melompati parit, bahkan jika perlu harus lewat Sungai tujuannya agar bisa menangkap Pokemon sebanyak-banyaknya dan menyimpannya dalam sebuah Pocketball.

Fenomena inilah yang sekarang sedang terjadi pada sebagian masyarakat kita tidak menutup kemungkinan karena sangat menarik, semakin hari semakin banyak masyarakat yang akan terlibat dalam permainan Pokemon Go. Di satu sisi masyarakat mendapat hiburan baru bahkan dapat sekaligus melakukan olahraga karena harus bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya di sisi lain dampak dari Pokemon go Ini mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan.

Mabes Polri sudah mengeluarkan larangan bagi para anggotanya bermain Pokemon go Pada saat jam dinas. Demikian juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi secara resmi sudah mengeluarkan larangan bermain game ini di lingkungan instansi pemerintah. Tentu banyak pertimbangan yang mendasari termasuk alasan keamanan obyek vital negara tetapi yang paling utama adalah terganggunya pelayanan aparat terhadap masyarakat karena waktu dan konsentrasinya tersita untuk bermain Pokemon Go.

Dalam hal ini kita harus mendukung kebijakan yang sudah dikeluarkan Mabes Polri maupun Kementerian PANRB, aplikasi permainan Pokemon go adalah kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat dibendung yang penting sekarang adalah bagaimana kita menyikapi kemajuan teknologi tersebut secara tepat dan bijak.

Kekawatiran dan menyikapi berlebihan Pokemon go justru menjadi iklan gratis dan akan semakin membuat masyarakat penasaran. Issue Pokemon go menjadi bagian dari spionase pihak-pihak asing harus dicarikan kebenarannya agar masyarakat mendapat kepastian sebelum aplikasi tersebut, nantinya dirilis resmi di asia termasuk Indonesia sebagaimana aplikasi lain yang sudah ada sebelumnya seperti Whatsapp, Twitter, Google Map dan Waze. Kalau kita dapat memanfaatkan secara baik dan tentu akan banyak sisi positifnya. (KBRN *)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *