KRISIS LISTRIK LANDA MATENG

2enam.com, Mamuju Tengah, Listrik sangat vital menggerakkan roda aktifitas masyarakat dan perkantoran. Dengan pasokan listrik memadai tentunya akan menunjang kelancaran berbagai kegiatan secara umum.

Namun lain halnya di Kabupaten Mamuju Tengah Sulawesi Barat sebagai daerah otonomi baru hasil pemekaran induknya Kabupaten Mamuju. Sejak terbentuk sebagai DOB pemekaran dengan keluarnya Undang- Undang Nomor 4 Tahun 2013, Kabupaten Mamuju Tengah lambat laun membutuhkan sarana dasar seperti ketersediaan pasokan listrik yang mencukupi.

Faktanya hal itu jadi kendala disaat Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah sedang giat-giatnya membangun Mateng di segala aspek pelayanan.

Penurunan tegangan listrik hampir terjadi setiap hari, terlebih saat warga beraktifitas pada malam hari atau disaat beban puncak, dampaknya banyak peralatan elektronik drop tiba-tiba.

Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menyadari di tengah tumbuh kembangnya pembangunan serta pertumbuhan penduduk memang belum diimbangi sarana kelistrikan memadai. Kepala Bappeda Mateng Sigit Dwi Hastono membenarkan permasalahan kelistrikan di daerah jadi salah satu sandungan dalam percepatan pembangunan. ” Kita sadari sebagai DOB baru pasokan listrik sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga pemerintah harus memikirkan jalan keluar dari permasalahan ini,” katanya saat dikonfirmasi terkait penurunan tegangan listrik yang terjadi nyaris setiap hari.

Kepala Bappeda Mateng Sigit Dwi Hastono mengutarakan dalam waktu yang tidak lama lagi pihak PLN akan memasang satu unit Gardu Listrik di pusat pemerintahan Kota Terpadu Mandiri.

“Kita berharap terbangunnya Gardu Listrik di pusat layanan pemerintahan atau di Topoyo diharapkan ketersediaan pasokan listrik PLN dapat menjangkau kebutuhan masyarakat sekitar 70 persen,” beber Sigit saat memberikan keterangan.

Sigit menguraikan beberapa kecamatan di Kabupaten Mamuju Tengah telah terpasang PLTMH, PLTD dan PLTS namun daya listriknya masih terbatas untuk melayani seluruh warga Mateng.

“Harapan kami jangkauan pasokan listrik ke depan lebih merata dan dapat dirasakan masyarakat terutama yang tinggal di wilayah yang belum terlayani listrik PLN. (RAN*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *