Konsumsi Obat Herbal Palsu, Riski Alif Derita Gizi buruk.

2enam.com, Mamuju, Sungguh malang nasib Riski Alif balita yang baru 20 bulan asal dusun salupalado, desa patti’di, kecamatan simboro, kabupaten mamuju, terbaring sakit di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Mamuju, menderita Gizi Buruk akibat salah konsumsi obat.

Riski alif mengkonsumsi obat herbal yang dibeli orang tuanya dari seorang yang mengaku dokter keliling menyambangi desanya beberapa bulan yang lalu.

“Sejak mengkonsumsi obat herbal tersebut, kesehatan anak saya menurun dan mulai sakit-sakitan.”ungkap orang tua Riski Alif, Darling”di IRD RSUD mamuju 11 januari 2018.

Kami terpaksa membeli obat itu, karena perkembangan Anak saya pada saat itu lambat, dan kata dokter keliling yang menjual obat tersebut obat ini solusinya. Karena ingin melihat Riski Aif cepat berkembang maka terpaksa kami upayakan dengan meminjam uang tetangga untuk membeli obat poli saraf itu dengan harga Rp.1,2 juta.”tambah Darling”.

Untuk saat ini, berat badan balita Gizi Buruk tersebut hanya 5 kilogram dan sangat kurus. Ditambah lagi Riski Alif dari kalangan keluarga kurang mampu dan belum terdaftar sebagai peserta BPJS kesehatan.

Darling berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan untuk meringankan beban dan biaya berobat Anak semata wayangnya ini.

Sementara itu, kepala BPOM mamuju, Netty Nurmuliati menyambangi penderita Gizi buruk Riski Alif ke RSUD Mamuju dan mengecek langsung botol obat herbal yang di konsumsi Balita yang baru berumur 20 bulan tersebut.

Obat herbal yang dikonsumsi ini palsu. “kata Ka. BPOM Mamuju, Netty Nurmuliati kepada keluarga Riski Alif”.

Obat ini merupakan jamu atau suplemen untuk orang dewasa yang juga palsu. kode POM nya sengaja di palsukan oleh oknum tertentu untuk dapat menjualnya ke masyarakat.”tambah Netty”.

Netty juga berpesan kepada keluarga korban agar jangan lagi membeli obat yang tawarkan oleh orang apalagi orang yang mengaku dokter keliling.

Jika ada kelainan dan atau anaknya sakit bawa dan periksakan ke puskesmas terdekat.”pesan Ka.BPOM mamuju”

Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat sulawesi barat, agar berhati-hati dan selektif dalam membeli obat, apalagi obat yang ditawarkan oleh oknum yang mengaku dokter keliling. Jika membeli obat lebih baik di konsultasikan ke dokter atau langsung berobat ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit untuk menghindari kerugian hal yang tidak diinginkan.”Himbau Netty ke seluruh masyarakat Sulbar”. (IHM*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *