Kemendag Pastikan Harga Bapok di Mamuju Stabil dan Pasokan Aman

2enam.com,Mamuju,Jajaran Kementerian Perdagangan memastikan harga barang kebutuhan pokok
(bapok) di Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat stabil dan pasokannya mencukupi hingga puasa, Lebuaran,
dan Idul Adha 2017/1438 H.

Sutriono Edi sebagai Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Pengamanan Pasar dan sebagai salah satu dari
unsur jajaran pimpinan Kemendag ditugaskan secara khusus oleh Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita,
bersama-sama dengan jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Barat terjun langsung dan bersinergi
dalam memantau dan memastikan, serta siaga menghadapi perkembangan harga, distribusi, dan ketersediaan pasokan bapok di sejumlah toko ritel modern, pasar rakyat, dan gudang.Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi gejolak harga dan kelangkaan bapok menjelang puasa, Lebaran, dan Idul Adha 2017/1438 H.

Untuk memantau stok dan pasokan bapok di Provinsi Sulawesi Barat, Sutriono Edi bersama dengan Gubernur
Sulawesi Barat Ali Baal Masdar serta didampingi oleh Kapolda Sulawesi Barat dan Kepala Dinas Perdagangan,
Perindustrian, Koperasi dan UKM Sulawesi Barat mengunjungi gudang Perum Bulog Sub Divre Mamuju,
Provinsi Sulawesi Barat, Kamis (18/5).

“Berdasarkan data Bulog Sub Divre Mamuju per 18 Mei 2017, total
persediaan beras untuk Provinsi Sulawesi Barat adalah 2.159 ribu ton aman untuk delapan bulan ke depan.Sementara itu, stok gula di gudang Bulog Divre Mamuju sebesar 10 ton dan tersedia 50 ton yang akan dikirim dari Makassar, cukup untuk tiga bulan ke depan serta mereka siap mengamankan pasokan selanjutnya,” jelas
Sutriono Edi.

Setelah mengunjungi gudang Perum Bulog Sub Divre Mamuju, Sutriono Edi beserta rombongan juga meninjau gudang distributor milik UD. Subur Union. Di gudang ini tersedia minyak goreng kemasan sebanyak 3.840 liter dan gula sebanyak 18 ton yang siap pula memasok untuk kebutuhan puasa dan Lebaran.

Untuk pemantauan langsung harga bapok di Mamuju, pada hari yang sama Sutriono Edi juga mengunjungi Pasar Baru Mamuju Sulawesi Barat bersama Gubernur Sulawesi Barat, Kapolda Sulawesi Barat, dan Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Sulawesi Barat. Pasar terbesar di Mamuju ini terletak di
pusat kota Mamuju. Sebagian besar harga barang kebutuhan pokok tercatat masih stabil seperti beras, gula,
ayam, cabe merah, dan bawang.
Dari hasil pantauan, harga beras Rp10.000/kg, tepung terigu Rp7.000/kg, daging ayam broiler Rp24.000/kg,
dan telur ayam ras Rp23.000/kg. Harga gula pasir sebesar Rp14.000/kg, minyak goreng Rp11.700/liter.

Sedangkan harga bawang merah Rp30.000/kg, bawang putih Rp48.000/kg, cabe merah keriting Rp20.000/kg,
cabe merah besar Rp25.000/kg, dan cabe rawit merah Rp45.000/kg. Sementara itu, harga daging sapi stabil di
harga Rp120.000/kg.

Sutriono Edi pada hari yang sama turun langsung memantau penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) komoditas gula pasir dan minyak goreng dalam kemasan sederhana sudah diterapkan di tingkat ritel modernRitel modern yang dikunjungi dalam pemantauan penerapan HET adalah ritel modern anggota APRINDO (Indomaret dan Alfamart) di Kabupaten Mamuju.

Identifikasi Langkah Persiapan Jelang Puasa dan Lebaran Setelah melakukan pantauan ke beberapa sejumlah toko ritel modern, pasar rakyat, dan gudang. Pada Jumat (19/5) dilanjutkan dengan kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mengidentifikasi kesiapan dan langkah-
langkah dalam menghadapi bulan puasa dan Lebaran 2017.

Rakor ini merupakan kerja sama Kementerian Perdagangan, Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Sulawesi
Barat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat. Rakor dibuka oleh Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian,
Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Barat dan dihadiri perwakilan BI di Sulawesi Barat, perwakilan Bulog Sub
Divre Mamuju, Kepolisian Daerah Provinsi Sulawesi Barat, Biro Ekonomi Pembangunan Setda Provinsi Sulawesi Barat, serta SKPD dan pelaku usaha terkait di Provinsi Sulawesi Barat.

Sutriono Edi menjelaskan, berdasarkan nota kesepahaman antara Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia
(APRINDO) dan distributor yang dilangsungkan pada 4 April 2017 lalu, telah ditetapkan HET untuk tiga
komoditas di ritel modern. Gula ditetapkan dengan harga Rp12.500/kg, minyak goreng dalam kemasan
sederhana Rp11.000/liter, dan daging beku Rp80.000/kg. Ketentuan ini mulai diberlakukan serentak di
Indonesia terhitung sejak 10 April 2017.

Dalam Rakor, Sutriono Edi menegaskan pentingnya peran ritel modern dalam membantu pengendalian harga
bapok di masyarakat. “Ritel modern merupakan pemimpin harga atau price leader. Jika harga di ritel modern
terjaga, dampaknya akan terasa ke pasar rakyat dan warung. HET akan dievaluasi lagi setelah bulan September tahun ini, dan diharapkan akan terjadi keseimbangan harga baru,” ujar Sutriono.

Stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan juga harus didukung oleh komitmen para pelaku usaha distribusi
barang kebutuhan pokok dan barang penting dalam menyalurkan barang kepada para pengusaha ritel, terutama ritel modern. Sutriono Edi juga menekankan penerapan Permendag No.M.DAG/PER/3/2017
tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok.

“Setiap distributor, subdistributor, dan agen yang memperdagangkan bapok wajib memiliki Tanda Daftar
Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok yang pendaftarannya melalui Sistem Informasi Perizinan Terpadu (SIPT) dengan alamat url http://sipt.kemendag.go.id. Selanjutnya, wajib melapor tentang pengadaan dan penyaluran bapok yang diperdagangkan ke Direktur Barang Kebutuhan Pokok dan barag Penting melalui SIPT paling lambat tanggal 15 bulan berikutnya,” ujar Sutriono Edi.

Permendag tersebut juga mengatur sanksi bagi para pelaku usaha distribusi yang apabila tidak melakukan
pendaftaran, akan mendapatkan rekomendasi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit. Sementara
pelaku usaha distribusi yang terdaftar namun tidak menyampaikan laporan, maka akan dilakukan pembekuan
tanda daftar paling lama 30 hari kerja oleh pejabat penerbit.

Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Sulawesi Barat, Bahtiar, dalam rakor ini menjelaskan, rata-rata harga bapok di Provinsi Sulawesi Barat relatif stabil. Harga beras sebesar Rp10.000/kg,
minyak goreng sawit Rp11.700/liter, tepung terigu Rp7.000/kg, gula pasir Rp14.000/kg, daging sapi murni
Rp120.000/kg, telur ayam ras Rp23.000/kg, kacang kedelai impor Rp8.000/kg, bawang merah Rp30.000/kg,
bawang putih Rp48.000/kg, cabe merah keriting Rp20.000, cabe merah besar Rp25.000/kg, dan cabe rawit
merah Rp45.000/kg.

Sutriono Edi menjelaskan, dari hasil rakor Identifikasi persiapan puasa dan Lebaran serta tinjauan ke lapangan
secara umum, pasokan komoditas bapok di Provinsi Sulawesi Barat aman dan terkendali serta harga relatif
stabil guna menghadapi kebutuhan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2017.(Rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *