Jelang Natal dan Akhir Tahun 2019 BI Sulbar Siapkan Uang Tunai 443 Miliar

2enam.com, Mamuju : Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp443,3 miliar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Barat jelang Natal dan Akhir Tahun 2019.

Demi kelancaran pendistribusian uang, Bank Indonesia bekerjasama dengan Perbankan Provinsi Sulawesi Barat dengan membuka 34 titik layanan penukaran uang yang tersebar di berbagai penjuru daerah Sulawesi Barat.

“Sesuai pola musiman, Bank Indonesia memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan uang kartal (uang kertas maupun logam) seiring dengan perayaan Natal dan Akhir Tahun 2019. Kebutuhan masyarakat Sulawesi Barat pada periode menjelang Natal dan Akhir Tahun 2019 diperkirakan mencapai Rp443,3 miliar atau meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp437,6 miliar.” KaPer BI Sulbar Budi Sudaryono

Dikatakan jumlah kebutuhan uang tersebut diprediksi terdiri dari Uang Pecahan Besar (UPB) sebesar Rp409,4 miliar dan Uang Pecahan Kecil (UPK) sebesar Rp33,9 miliar. UPB adalah uang rupiah pecahan 100.000 dan 50.000, sedangkan UPK terdiri dari pecahan Rp20.000 ke bawah.

“Bank Indonesia mengantisipasi kenaikan kebutuhan uang kartal tersebut dan kegiatan transaksi sistem pembayaran dengan mempersiapkan layanan kas baik melalui jaringan kantor Bank Indonesia maupun perbankan, serta memastikan kelancaran infrastruktur sistem pembayaran nontunai.
Dalam rangka memenuhi kebutuhan uang tunai” kata Budi

Lanjut dikatakan Bank Indonesia bersinergi dengan perbankan di Sulawesi Barat untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat menjelang Periode Natal dan Akhir Tahun 2019, dengan mengambil tema ”Rupiah, Sahabat Untuk Semua” dilakukan dengan ekstensifikasi layanan penukaran melalui kas keliling dan titik penukaran di pusat keramaian maupun di kantor-kantor perbankan. Untuk itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Barat bekerja sama dengan perbankan membuka 34 titik penukaran yang tersebar di 6 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat.

Sementara dari sistem pembayaran nontunai, Bank Indonesia senantiasa memastikan kegiatan transaksi nontunai berjalan dengan lancar dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan sistem pembayaran nontunai yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia melalui Sistem Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). Bank Indonesia telah melaksanakan pengujian terhadap seluruh infrastruktur guna memastikan terselenggaranya layanan sistem pembayaran secara aman, lancar dan efisien khususnya apabila terjadi peningkatan volume transaksi pada akhir tahun.

Selain itu, Bank Indonesia juga terus berkoordinasi dengan peserta sistem pembayaran, guna memastikan optimalnya kegiatan sistem pembayaran.

Bank Indonesia mendorong masyarakat untuk menukarkan uangnya di lokasi penukaran resmi untuk mencegah risiko memperoleh uang palsu dan menjaga kualitas uang layak edar. Selain itu, masyarakat juga dihimbau agar selalu memperhatikan Ciri Keaslian Rupiah melalui metode 3D (Dilihat, Diraba dan Diterawang) serta selalu merawat Rupiah dengan metode 5J (Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, Jangan Dibasahi).

Lebih lanjut, Bank Indonesia juga terus mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi keuangan secara nontunai. Hal ini untuk mempercepat perluasan program elektronifikasi dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital. Berbagai layanan sistem pembayaran tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mempermudah transaksi keuangan, terhindar dari risiko mendapatkan uang palsu dan tidak lagi kesulitan mencari uang kembalian.

HmsPerwBISulbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *